Tanah Labil Membuat Sekolah di Pandeglang Nyaris Ambruk, Siswa Diliburkan Jika Hujan

Iskandar Nasution ยท Rabu, 11 Desember 2019 - 10:52 WIB
Tanah Labil Membuat Sekolah di Pandeglang Nyaris Ambruk, Siswa Diliburkan Jika Hujan
Kepala SDN Pasirlancar 2, Kecamatan Sindangresmi, Pandeglang menunjukkan retakan besar akibat fenomena tanah labil. (Foto: iNews/Iskandar Nasution)

PANDEGLANG, iNews.id – Kondisi memilukan kini terjadi pada Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pasirlancar 2, Kecamatan Sindangresmi, Pandeglang, Banten. Tanah labil diduga menimbulkan kerusakan di SD tersebut sehingga mengancam kegiatan belajar dan mengajar.

Menurut pantauan di lapangan, Rabu (11/12/2019), tampak retakan besar dan memanjang dari atas ke bawah di dinding salah satu ruang kelas. Dari retakan itu siswa secara jelas bisa melihat teman-temannya di ruang kelas samping.

Kerusakan parah juga menimpa bagian lantai. Ubin-ubin tampak retak mengelupas, membuat lantai kelas tinggal berupa beton. Plafon-plafon dan atap di sejumlah kelas juga terlihat mengalami kerusakan parah.

Bila hujan dan angin kencang datang, kegiatan belajar dan mengajar diliburkan. Tindakan itu diambil karena para guru mengaku khawatir gedung sekolah akan ambruk jika diterjang hujan lebat dan angin kencang.

Kepala Sekolah Medikin mengatakan kondisi tanah labil sudah merusak sekolah tersebut sejak empat tahun lalu. Dia mengaku sudah meminta pihak terkait di pemerintah daerah setempat untuk memperbaiki sekolah. Namun hingga hari ini belum ada tindakan perbaikan sehingga membuat sekolah itu nyaris ambruk.

“Tembok retak hampir terjadi di semua bagian sekolah, fondasinya tidak kuat karena tanah di sini labil. Kami sudah mengusulkan kepada pihak terkait beberapa waktu lalu tapi belum terkabul. Mereka mengatakan masih terkandala pendataan dapodik (data pokok pendidikan). Kalau kami hanya berharap semoga sekolah ini segera diperbaiki,” katanya.

Medikin menyerahkan sepenuhnya kepada pihak terkait apakah dilakukan perbaikan atau pemindahan sekolah ke lokasi yang lebih stabil. Dia mengaku sekolah masih berjalan dengan kondisi seadanya karena anak-anak di sekitar kawasan itu membutuhkan pendidikan.

Sementara itu, siswa-siswa juga berharap sekolah mereka diperbaiki. “Dari dulu memang begini sekolah, kami khawatir ambruk. Kami berharap segera diperbaiki,” ujar seorang siswa bernama Chindi Zulia.


Editor : Rizal Bomantama