Tambang Ilegal Diduga Penyebab Banjir dan Longsor Lebak Banten Disegel Petugas

Iskandar Nasution ยท Rabu, 15 Januari 2020 - 07:34 WIB
Tambang Ilegal Diduga Penyebab Banjir dan Longsor Lebak Banten Disegel Petugas
Petugas saat membongkar tenda penambang dan memasang garis polisi di lokasi tambang ilegal di Desa Cinoyong, Kecamatan Lebak Gedong, Lebak, Banten. (Foto: iNews/Iskandar Nasution)

LEBAK, iNews.id –  Tambang emas ilegal yang diduga menjadi penyebab banjir dan longsor di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, disegel polisi. Tambang ini berlokasi di perbukitan yang curam, masuk dalam wilayah Desa Cinoyong, Kecamatan Lebak Gedong.

Pantauan iNews, penyegelan ini dilakukan tim gabungan dari Bareskrim Mabes Polri, Polda Banten, Polres Lebak dan aparat TNI bersama sejumlah warga. Petugas bersenjata lengkap menyusuri perbukitan curam dan rawan longsor yang menjadi lokasi tambang rakyat ilegal tersebut.

BACA JUGA: Banjir Bandang Lebak Rusak Puluhan Jembatan, Kerugian Capai Rp56 Miliar

Saat di lokasi, petugas mendatangi satu persatu lubang bekas tambang yang sudah ditinggalkan. Tampak juga ada beberapa alat pengoperasian tambang di lokasi, seperti pemisah bebatuan, pasir dan material emas.

Selain menyegel lubang tambang emas, polisi juga membongkar tenda darurat milik para penambang di sekitar lokasi. Pembongkaran ini dimaksudkan agar tempat tersebut tidak dipergunakan kembali.

“Kami datang lokasi tambang sudang kosong. Ada beberapa peralatan yang ditinggalkan penambang. Kami juga langsung bongkar tenda serta menyegel lokasi tambang tersebut,” ujar Kapolres Lebak AKBP Firman Andreanto, Selasa (14/1/2020).

Menurutnya, beberapa saksi sudah dimintai keterangan menyangkut aktivitas tambang ilegal tersebut.

“Untuk saat ini baru satu tambang yang kami segel dan masih akan berlanjut,” katanya.

BACA JUGA: Jokowi Targetkan Pembangunan 30 Jembatan Putus di Lebak Rampung 4 Bulan

Sebelumnya, di awal tahun 2020, banjir bandang dan longsor menerjang enam kecamatan di wilayah Lebak, Banten. Bencana alam ini merusak permukiman dan infrastrukur, bahkan sampai menelan korban jiwa.

Dugaan sementara, salah satu penyebab terjadinya banjir dan longsor akibat adanya aktivitas penambang liar di area hutan lindung kawasan Gunung Halimun Salak.


Editor : Donald Karouw