Banjir Bandang Lebak Rusak Puluhan Jembatan, Kerugian Capai Rp56 Miliar

Iskandar Nasution, Antara ยท Jumat, 10 Januari 2020 - 21:30 WIB
Banjir Bandang Lebak Rusak Puluhan Jembatan, Kerugian Capai Rp56 Miliar
Kondisi permukiman warga dan infrastruktur di Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten, porak poranda setelah diterjang banjir bandang dan longsor, Kamis (9/1/2020). (Foto: iNews/Iskandar Nasution)

LEBAK, iNews.idBanjir bandang yang menerjang Kabupaten Lebak, Banten, menelan kerugian besar. Dari kerusakan puluhan jembatan yang terdampak banjir dan tanah longsor saja, kerugian terbilang mencapai Rp56 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak Maman Suparman mengataka, kerusakan infrastuktur jembatan yang terdampak banjir Lebak tersebut sudah dilaporkan kepada Bupati Lebak Iti Oktavia dan Gubernur Banten Wahidin Halim.

Sebab, jembatan tersebut terdapat kewenangan Kabupaten Lebak juga kewenangan Provinsi Banten. “Dalam waktu dekat ini, akan direalisasikan pembangunan jembatan yang terdampak bencana banjir Lebak, berupa banjir bandang dan tanah longsor,” kata Maman, Jumat (10/1/2020).

 

BACA JUGA: Ratusan Warga Korban Banjir Bandang Lebak yang Terjebak di Hutan Cibanung Dievakuasi

 

Berdasarkan hasil pencatatan di lapangan kerusakan jembatan tersebut tercatat 28 unit, di antaranya jembatan permanen, semi permanen dan jembatan gantung. Kerusakan jembatan itu tersebar di Kecamatan Lebak Gedong, Sajira, Cipana, Maja, Curug Bitung dan Cimarga.

Akibat kerusakan jembatan tersebut, hingga kini aktivitas ekonomi masyarakat lumpuh. Sebab, jalan tidak bisa dilintasi angkutan roda dua dan roda empat yang menghubungkan antarkecamatan dan antardesa.

“Kami optimistis pembangunan jembatan itu bisa kembali pertumbuhan ekonomi warga kembali normal,” ujarnya.

 

BACA JUGA: Jokowi Targetkan Pembangunan 30 Jembatan Putus di Lebak Rampung 4 Bulan

 

Saat ini, daerah yang terdampak banjir bandang dan longsor juga masih terisolasi akibat jembatan putus dan banyak lumpur. Masyarakat korban banjir bandang dan longsor masih tinggal di pengungsian karena ada jembatan penghubung yang putus dan juga rusak berat.

“Pemerintah daerah secepatnya merealisasikan pembangunan jembatan, setelah masa tanggap darurat berakhir. Kami menargetkan dua bulan pembangunan jembatan itu sudah rampung,” katanya.

Sementara itu, Camat Cipanas, Kabupaten Lebak, Najamudin, mengapresiasi masyarakat yang dilanda banjir bandang dan longsor membangun jembatan darurat dari bambu dengan cara gotong royong. Pembangunan jembatan darurat itu menghubungkan Desa Luhur Jaya, Sipayung, Bintangresmi dan Bintangsari.

Akses jembatan itu cukup vital untuk menopang kegiatan ekonomi masyarakat. Begitu juga untuk para pelajar menuju sekolahnya. “Kami secepatnya jembatan gantung darurat itu akan dibangun jembatan gantung permanen dan didanai oleh pemerintah daerah setempat,” katanya.


Editor : Maria Christina