Serda Miftachur Gugur saat Kontak Senjata di Perbatasan Papua Nugini, Begini Kronologinya

Sindonews.com ยท Senin, 30 Desember 2019 - 17:45 WIB
Serda Miftachur Gugur saat Kontak Senjata di Perbatasan Papua Nugini, Begini Kronologinya
Pasukan TNI di Papua (dok iNews.id)

JAYAPURA, iNews.idKontak senjata antara anggota TNI dengan Kelompok Kriminal Bersenjata di wilayah perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini menyebabkan seorang anggota TNI, Serda Miftachur Rohmat gugur. Seorang lagi, Prada Juwandhy Ramadhan mengalami luka akibat terkena tembakan.

Melalui pernyataan tertulis, Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto menuturkan kronologi kontak senjata yang terjadi pada Senin (30/12/2019) pagi itu.

BACA JUGA: 1 Anggota TNI Gugur saat Kontak Tembak dengan KKB di Perbatasan RI-Papua Nugini

Kontak senjata itu terjadi di dekat Pos Kaliasin, Keerom, Papua. Kontak tembak bermula saat 10 orang anggota Satgas Pamtas RI-PNG Pos Bewan Baru dari Yonif 713/Satya Tama yang dipimpin oleh Serda Miftachur Rohmat berangkat dari Pos Bewan Baru Menuju Pos Kaliasin untuk mengambil logistik berupa bahan makanan.

“Sekitar 5 kilometer dari pos tepatnya di jembatan kayu, Anggota Satgas Pamtas tiba-tiba mendapat gangguan tembakan (penghadangan) yang dilakukan oleh sekitar 20 orang yang diduga dari KKSB pimpinan Jefrizon Pagawak dengan menggunakan senjata api laras panjang. Melihat hal tersebut anggota Satgas Pamtas RI-PNG dengan sigap berpencar untuk mencari tempat perlindungan dan membalas tembakan ke kelompok tersebut. Sekitar 15 menit membalas tembakan, anggota Satgas berhasil memukul mundur kelompok tersebut," kata Eko dalam pernyataan tertulis, Senin (30/12/2019).

BACA JUGA: Kontak Senjata dengan KKB di Papua, 10 TNI-Polri Gugur Sepanjang 2019

Setelah kontak tembak berhenti, anggota Satgas melakukan pengecekan, dan didapatkan dua orang personel terkena tembakan.

"Dimana seorang personel atas nama Serda Miftachur Rohmat terkena luka tembak pada bahu kiri depan dan dinyatakan meninggal dunia dan seorang personel Prada Juwandhy Ramadhan terkena luka tembak (rekoset) pada pelipis kanan dan pinggang kiri dan dinyatakan selamat,” ujarnya.

Melihat dua orang rekan mereka terkena tembakan, anggota Satgas yang lain dengan cepat membawa korban ke Pos Bewan Baru untuk menunggu evakuasi dan selanjutnya untuk Prada Juwandhy Ramadhan mendapat penanganan medis oleh Bakes Pos Bewan Baru.


Editor : Reza Yunanto