Serangan DBD Meluas ke 21 Kecamatan di Sikka NTT, Korban Jiwa Bertambah Jadi 4 Orang

Joni Nura ยท Kamis, 13 Februari 2020 - 14:11 WIB
Serangan DBD Meluas ke 21 Kecamatan di Sikka NTT, Korban Jiwa Bertambah Jadi 4 Orang
Para penderita DBD dirawat di RSUD TC Hilers Maumere, Kabupaten Sikka, NTT. Jumlah pendertita DBD di Sikka terus bertambah hingga Kamis (13/2/2020). (Foto: iNews/Joni Nura)

KUPANG, iNews.id - Korban jiwa akibat penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali bertambah. Berdasarkan data pemerintah kabupaten setempat, empat orang warga meninggal akibat serangan penyakit itu hingga Februari 2020.

Penambahan jumlah korban ini menyusul serangan penyakit DBD yang juga meluas. Sebelumnya DBD menyebar di 19 kecamatan dengan 405 kasus. Kini, DBD telah ditemukan di 21 kecamatan dengan 567 kasus.

“Enam kecamatan di Kabupaten Sikka menempati jumlah penderita kasus DBD tertinggi yaitu Kecamatan Magepanda, Alok, Nita, Alok Barat, Alok Timur dan Kecamatan Talibura,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sikka, Awales Syukur, Kamis (13/2/2020).

Awales mengatakan, sampai kini, hanya ada dua kecamatan di Sikka yang masih bebas dari serangan penyakit DBD, yaitu Kecamatan Palue dan Waiblama. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka telah memperpanjang status darurat Kejadian Luar Biasa (KLB) di Sikka menyusul kasus KLB DBD di Sikka yang terus meningkat.

Menurut dia, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo mengapresiasi tim reaksi cepat penanggulangan DBD Kabupaten Sikka yang terus bekerja keras menanggulangi penyakit DBD. Meskipun ada peningkatan kasus, korban jiwa bisa diantisipasi.

“Penambahan korban jiwa dapat diatasi melalui pelayanan yang cepat sehingga dapat meminimalisasi bertambahnya korban yang meninggal dunia akibat serangan penyakit DBD,” kata Awales Syukur.

Pemkab Sikka segera kerja bakti secara massal untuk pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di semua rumah warga dan tempat-tempat umum di daerah setempat. Upaya ini diharapkan bisa secepatnya mengendalikan serangan penyakit DBD. Bahkan Bupati Sikka akan menetapkan satu hari libur untuk kerja bakti melibatkan seluruh masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Sikka menyatakan perang terhadap nyamuk aedes aegypti. Karena itu, kami akan menggelar kegiatan kerja bakti secara massal dalam bulan ini untuk memberantas sarang nyamuk,” katanya.

Anggota Komisi V DPRD NTT Yeni Veronica sebelumnya telah mengunjungi para pasien penderita DBD yang dirawat di puskemas dan rumah sakit di Sikka. Dia mengapresiasi penanganan pasien DBD oleh tenaga medis. Namun, dia juga berharap penanganan penyakit itu lebih maksimal sehingga tidak ada lagi korban jiwa.

“Kebanyakan pasien DBD anak-anak. Harapan saya, koordinasi dan kerja sama antara Dinas Kesehatan dan rumah sakit terus ditingkatkan, terutama untuk pencegahan agar kasus DBD seperti ini tidak terjadi lagi,” katanya.


Editor : Maria Christina