Sejumlah Balita Diberi Obat Kedaluwarsa Setelah Imunisasi, Ini Penjelasan Dinkes Kota Tangerang

Sukron, Binti Mufarida ยท Rabu, 10 Agustus 2022 - 19:09:00 WIB
Sejumlah Balita Diberi Obat Kedaluwarsa Setelah Imunisasi, Ini Penjelasan Dinkes Kota Tangerang
Sejumlah balita di wilayah Pondok Puncung, Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten muntah dan demam tinggi karena diberikan obat panas kedaluwarsa setelah imunisasi. (Foto: Sukron).

KARANG TENGAH, iNews.id - Sejumlah balita di wilayah Pondok Puncung, Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten muntah dan demam tinggi. Kondisi tersebut setelah balita mengonsumsi obat kedaluwarsa.

Obat penurun panas itu diterima warga setelah balita mereka menerima program Bulan Imunisasi Anak Nasional yang dilaksanakan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

"Masalah sudah dua tahun (kedaluwarsanya) bukan sebulan dua bulan. Bulan empat 2020 (masa kedaluwarsanya)," ujar Widya Kusuma salah satu orang tua balita di Pondok Pucung, Banten, Rabu (10/8/2022).

Kegiatan suntik imunisasi campak itu dilaksanakan di tempat Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Kelurahan Pondok Pucung Kecamatan Karang yang diikuti ratusan balita secara bertahap.

Tujuan pemberian imunisasi tambahan Campak Rubella serta melengkapi dosis imunisasi polio dan DPT-Hb-Hib yang terlewat ini diharapkan dapat memberikan kekebalan imun pada balita.

Namun Dinkes Kota Tangerang diduga teledor karena memberikan obat imunisasi penurun panas pada orang tua balita dengan kondisi kedaluwarsa. Pada botol kemasan obat tertulis masa berlaku hingga 2020.

Akibatnya, sejumlah balita yang mengonsumsi obat penurun panas kedaluwarsa hingga demam tinggi hingga mual dan muntah- muntah.

Editor : Kurnia Illahi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: