get app
inews
Aa Text
Read Next : Konflik Tanah Ulayat di Manggarai NTT, 2 Kelompok Adat Nyaris Perang Tanding

Momen Polisi Berlutut Cegah Perang Tanding 2 Masyarakat Adat akibat Sengketa Tanah Ulayat

Selasa, 17 Maret 2026 - 01:00:00 WIB
Momen Polisi Berlutut Cegah Perang Tanding 2 Masyarakat Adat akibat Sengketa Tanah Ulayat
Tangkapan layar seorang anggota polisi berlutut di Jalan Trans Flores untuk memohon kepada dua kelompok masyarakat adat agar tidak bentrok akibat sengketa tanah ulayat di Manggarai. (Foto: Polda NTT)

MANGGARAI, iNews.id - Momen seorang anggota polisi berlutut di tengah jalan untuk mencegah perang tanding antara dua kelompok masyarakat adat di Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Bula, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Senin (16/3/2026).

Ketegangan bermula dari sengketa tanah ulayat yang melibatkan dua kelompok warga, yakni Gendang Kaca dan Gendang Bung Leko. Ratusan warga dari kedua kubu dilaporkan berkumpul di Jalan Trans Flores yang menghubungkan Ruteng dan Labuan Bajo.

Situasi memanas ketika kedua kelompok sudah saling berhadapan di badan jalan dengan jarak yang sangat dekat. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial melalui akun Facebook @Hendrik Ilo, terlihat warga dari kedua kelompok membawa berbagai senjata tradisional.

Beberapa di antaranya membawa parang, tongkat panjang yang diduga tombak hingga batu. Ketegangan semakin meningkat karena massa sudah berada dalam posisi siap saling serang.

Jalan utama yang biasanya menjadi jalur transportasi antarwilayah itu pun berubah menjadi titik rawan konflik. Aparat kepolisian dari Polres Manggarai yang tiba di lokasi segera berupaya memisahkan kedua kelompok untuk mencegah bentrokan.

Salah satu momen yang menarik perhatian dalam video tersebut adalah ketika seorang anggota polisi berlutut di atas aspal di antara dua kelompok warga. Dengan kedua tangan terkatup, dia memohon kepada massa agar menahan diri dan tidak melakukan kekerasan.

Sementara anggota polisi lainnya terus memberikan imbauan agar warga mundur dan tidak terpancing emosi. Pendekatan persuasif dan dialogis terus dilakukan oleh aparat untuk meredakan situasi yang sudah berada di titik kritis.

Editor: Donald Karouw

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut