Sadis, Suami Bunuh Istri dengan Parang di Kendari hingga Leher Nyaris Putus

Febriyono Tamenk ยท Jumat, 14 Agustus 2020 - 12:21:00 WIB
Sadis, Suami Bunuh Istri dengan Parang di Kendari hingga Leher Nyaris Putus
Petugas Polres Kendari mengevakuasi jenazah korban dari TKP di Jalan Mekar, Lorong Torana, Kelurahan Kadia, Kota Kendari, Sultra, Jumat (13/8/2020) (Foto: iNews/ Febriyono Tamenk)

KENDARI, iNews.id – Seorang suami di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), tega membunuh istrinya dengan cara sadis, Jumat (14/8/2020). Pelaku Muhamad Saban (35) melukai leher Sumiati (32) hingga nyaris putus dengan sebilah parang.

Pembunuhan ini menggegerkan warga Jalan Mekar, Lorong Torana, Kelurahan Kadia, Kendari. Mayat korban Sumiati ditemukan di ruang tengah rumah dengan kondisi mengenaskan. Hingga kini petugas Kepolisian Resor (Polres) Kendari masih menyelidiki motif suami bunuh istri dengan cara sadis tersebut.

Menurut keterangan tetangga, pelaku dan istrinya sering kali cekcok karena persoalan uang. Pelaku yang tidak mempunyai pekerjaan kerap meminta uang kepada istrinya sehingga memicu pertengkaran.

Saat peristiwa nahas itu terjadi, warga mengaku sama sekali tak mendengar suara keributan di rumah pelaku. Namun saat pagi hari, seorang pedagang kue keliling yang menjadi langganan korban datang untuk menjajakan jualannya.

“Pedagang kue keliling itu kaget terkejut saat masuk ke rumah, yang punya rumah sudah meninggal,” kata tetangga korban, Husna.

Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Polres Kendari. Tak berselang lama, petugas kemudian menangkap pelaku beserta barang bukti sebilah parang. Pelaku langsung digelandang ke Kantor Polres Kendari untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami sudah mengamankan tersangka, tak lain suami dari korban. Pelaku masih dalam pemeriksaan penyidik untuk mengungkap motif pembunuhan,” kata Kapolres Kendari AKBP Didik Erfianto.

Polisi yang tiba di lokasi kejadian langsung memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sementara jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara Kendari untuk diautopsi dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.


Editor : Maria Christina