Pulang Berobat di Singapura, Pria Diduga Terinfeksi Korona Dirawat di RSUD Soekarno Babel

Haryanto ยท Senin, 17 Februari 2020 - 15:30 WIB
Pulang Berobat di Singapura, Pria Diduga Terinfeksi Korona Dirawat di RSUD Soekarno Babel
Petugas medis berpakaian khusus masuk ke ruang isolasi RSUD Soekarno Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, Senin (17/2/2020). (Foto: iNews/Haryanto)

PANGKALPINANG, iNews.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Ir Soekarno Bangka Belitung (Babel) merawat seorang pasien yang terindikasi terinfeksi virus korona Covid-19. Pasien asal Sungailiat, Kabupaten Bangka tersebut sebelumnya berobat di salah satu rumah sakit di Singapura.

Setelah pulang dari Singapura, kondisi pria berusia 70 tahun tersebut diduga menunjukkan gejala mengarah ke pasien yang terinfeksi virus korona sejak tengah malam tadi. Keluarga lalu membawanya ke Rumah Sakit Medika Stania Sungailiat.

Namun, karena memiliki gejala terinfeksi virus korona, rumah sakit tersebut akhirnya merujuk pasien ke RSUD Soekarno. Sebab, rumah sakit ini yang memiliki peralatan dan petugas medis yang lebih lengkap. RSUD Soekarno juga telah ditetapkan menjadi salah satu rujukan untuk penanganan pasien diduga terinfeksi virus korona.

“Karena RSUD Soekarno merupakan rumah sakit rujukan, maka pasien yang gejalanya mengarah terinfeksi Covid-10 dirujuk ke sini. Pasien memang gejala ada sesak napas, batuk dan demam, dan ada riwayat perjalanan ke Singapura untuk berobat,” kata Dokter spesialis Paru RSUD Soekarno Dokter Liyah Giovanni.

Liyah yang menangani pasien tersebut mengatakan, pihaknya sudah memeriksa kondisi pasien. Mereka juga telah mengirim sampel swab ke Laboratorium Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memastikan apakah pasien terjangkit virus korona atau tidak.

“Hasil dari uji laboratorium itu baru akan didapat pada empat hari mendatang,” kata Dokter Liyah Giovanni

Walaupun belum dinyatakan positif terjangkit virus korona, rumah sakit tetap mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dengan merawat pasien di ruang isolasi. Rumah sakit juga mendata dan mengobservasi seluruh anggota keluarga pasien serta orang-orang yang pernah berinteraksi dengannya.


Editor : Maria Christina