Bak Film Action, Polda Babel Buru Kapal Penyelundup 12.000 Botol Miras dari Singapura

Haryanto ยท Rabu, 05 Februari 2020 - 21:05 WIB
Bak Film Action, Polda Babel Buru Kapal Penyelundup 12.000 Botol Miras dari Singapura
Tim Polri dan Polairud Polda Babel saat memburu kapal cepat yang membawa 12.000 botol miras ilegal dari Singapura menuju Lampung, Selasa (5/2/2020). (Foto: iNews/Haryanto)

PANGKALPINANG, iNews.id – Jajaran Dit Polairud Polda Bangka Belitung (Babel) menggagalkan penyelundupan 12.000 botol minuman keras (miras) impor berbagai merek dari sebuah kapal cepat di perairan Bangka Selatan. Minuman beralkohol asal Singapura yang diduga ilegal tersebut rencananya hendak dibawa ke Jakarta lewat Lampung.

Kapolda Kepulauan Babel Brigjen Pol Anang Syarif Hidayat mengatakan, pengejaran kapal cepat tersebut dilakukan pada Selasa (4/2/2020), sekitar pukul 11.15 WIB. Berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan ada kapal mencurigakan, Polri bekerja sama dengan Polairud, dan Polda Babel melakukan pengejaran.

“Kami menemukan 1.000 kotak minuman keras berbagai merek dan masing-masing kotak isinya kira-kira 12 botol. Jadi kalau kita total, ada 12.000 botol miras dengan berbagai merek,” kata Kapolda Babel saat pemaparan kasus di Mapolda Babel, Rabu (5/2/2020).

Pengejaran kapal cepat tersebut berlangsung bak adegan-adegan dalam film action. Menggunakan helikopter, anggota Dit Polairud Polda Babel bekerja sama dengan personel Heli Korp Poludara Baharkam Polri terlibat aksi kejar-kejaran dengan kapal super cepat yang membawa muatan mencurigakan di perairan Bangka Selatan.

Polisi terpaksa melepaskan tembakan yang menyasar mesin kapal lantaran tembakan peringatan sebelumnya tidak dihiraukan. Setelah diberondong tembakan, akhirnya laju kapal dengan tujuh mesin masing-masing berkapasitas 300 PK ini terhenti di Perairan Maspari, perbatasan Lampung dan Bangka Selatan.

“Kapal yang digunakan kapal yang cukup bagus, menggunakan tujuh mesin dengan kekuatan 300 PK, total 2.100 PK. Kapal ini bisa melaju 60 knot, kalau dikonversi, kecepatannya hampir 100 kilometer per jam,” ujar Kapolda Babel.

Selain mengamankan muatan sebanyak 12.000 botol miras impor berbagai merek yang dikemas dalam 1.000 kotak kardus, polisi juga mengamankan delapan orang anak buah kapal (ABK) dalam kapal tanpa nama itu. Kedelapan ABK yakni, nakhoda No dan Wa selaku mekanik. Kemudian, para ABK, yakni La, Re, Sy, Je, Da, dan Su. “Mereka rata-rata berasal dari Kepri dan Riau,” ujar Kapolda.

Saat diinterogasi, ABK tidak dapat menunjukkan dokumen kelengkapan berlayar dari Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Begitu juga izin perdagangan minuman beralkohol.

Barang bukti 1.000 kotak berisi 12.000 botol miras ilegal yang hendak diselundupkan ke Jakarta lewat Lampung diamankan Polda Babel, Selasa (5/2/2020). (Foto: iNews/Haryanto)
Barang bukti 1.000 kotak berisi 12.000 botol miras ilegal yang hendak diselundupkan ke Jakarta lewat Lampung diamankan Polda Babel, Selasa (5/2/2020). (Foto: iNews/Haryanto)

Menurut nakhoda kapal Novrianto, mereka sudah tiga kali berusaha menyelundupkan miras asal Singapura ke Jakarta. Modusnya sama, mengelabui petugas dengan kecepatan kapal yang mereka gunakan. Pelaku memuatnya secara berantai dari kapal ke kapal di perairan OPL (over port limit) Batam yang akan dibawa menuju ke perairan Lampung, lalu selanjutnya dibawa ke Jakarta.

“Jadi Ini sudah ketiga kalinya mereka menyelundupka miras, dua kali lolos,” ujar Kapolda.

Polisi selanjutnya mengamankan kedelapan ABK dan kapal beserta barang bukti ke Dermaga Polairud Polda Babel. Saat ini, para ABK menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui pemilik miras ilegal tersebut.

Para pelaku akan dikenakan Pasal 323 UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dan Pasal 106 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun.


Editor : Maria Christina