Pria Berpayung Terobos Mako Brimob Polda Sultra, Polisi Keluarkan Tembakan Peringatan

Mukhtaruddin ยท Senin, 22 Juni 2020 - 13:42 WIB
Pria Berpayung Terobos Mako Brimob Polda Sultra, Polisi Keluarkan Tembakan Peringatan
Personel Polda Sultra mengeluarkan tembakan peringatan saat seorang pria tak dikenal menerobos masuk ke area Mako Brimob Polda Sutra, Kendari, Senin (22/6/2020). (Foto: iNews/Mukhtaruddin)

KENDARI, iNews.id - Mako Brimob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) diterobos oleh seorang pria berhelm dan menggunakan payung, pada Sabtu (20/6/2020) sore. Orang tak dikenal tersebut tiba-tiba saja masuk dan meneriakkan takbir sehingga mengejutkan para personel yang tengah bertugas.

Detik-detik saat laki-laki tersebut menerobos masuk ke area Mako Brimob sempat direkam oleh salah seorang polisi. Sejumlah personel jaga mengeluarkan tembakan peringatan untuk menghentikan pelaku. Namun, dia terlihat mengabaikan peringatan sejumlah polisi dan terus berjalan cepat memasuki area Mako Brimob Polda Sultra.

Sambil berjalan, pria tersebut meneriakkan takbir berkali-kali. Aksi pelaku baru bisa dihentikan setelah ditangkap seorang personel Brimob Polda Sultra dari belakang.

Kabag Ops Brimob Polda Sultra AKP Asri Dhini mengatakan, usai kejadian tersebut, Mako Brimob Polda Sultra memperketat penjagaan di sejumlah pos. Personel juga ditambah di pos penjagaan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Pascakejadian kemarin, untuk kondisi di Mako Brimob Polda Sultra dalam keadaan aman dan terkendali. Untuk masalah penjagaan pascakejadian, penjagaan sudah sesuai dengan SOP pengamanan markas. Namun, kami adakan penebalan untuk penjagaan. Tujuannya untuk mengantisipasi terhadap orang-orang yang tidak berkenan atau ingin masuk tanpa izin," kata Asri, Senin (22/6/2020).

Asri Dhini juga mengatakan, pelaku telah diserahkan ke Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Sultra untuk mengetahui motif pelaku. Namun, dari pemeriksaan tas pelaku ditemukan resep dokter jiwa dan kartu kontrol rumah sakit jiwa. "Masalah kelanjutan penyelidikan ditangani Direktorat Reserse dan Kriminal Umum," ujarnya.


Editor : Maria Christina