Polemik 500 TKA China, Wagub Sultra Minta Perusahaan Perhatikan Pekerja Lokal

Febriyono Tamenk · Jumat, 26 Juni 2020 - 15:55 WIB
Polemik 500 TKA China, Wagub Sultra Minta Perusahaan Perhatikan Pekerja Lokal
TKA China menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis di tempat karantina sebelum dipekerjakan di PT VDNI Konawe Utara, Sultra. (Foto: iNews/Febriyono tamenk)

KENDARI, iNews.id - Kedatangan tenaga kerja asing (TKA) China di Sulawesi tenggara (Sultra) terus mendapat kritikan dan penolakan dari berbagai pihak. Keberadaan TKA China itu dinilai akan menggerus tenaga kerja lokal.

Kedua perusahaan itu merupakan proyek strategis nasional yang telah di atur oleh pemerintah pusat. Karena itu, pemerintah Sultra tetap mendukung program tersebut dengan catatan perusahaan tidak mengabaikan keberadaan tenaga kerja lokal.

Wakil Gubernur (Wagub) Sultra, Lukman Abunawas meminta kepada dua perusahaan perekrut TKA China, yakni PT VDNI dan OSS untuk lebih memerhatikan dan mengutamakan tenaga kerja lokal.

Wagub berharap berharap kedatangan 500 TKA China nantinya dapat membawa dampak positif bagi ribuan tenaga kerja lokal. Di mana dalam satu tenaga kerja asing di dampingi 7-10 tenaga kerja lokal.

“Kami minta dua perusahaan itu memerhatikan dan memprioritaskan tenaga kerja lokal yang berdomisili di sekitar lingkar tambang,” katanya, Jumat (26/6/2020).

Sebanyak 156 TKA gelombang pertama pun telah tiba di Sultra pada Selasa malam (23/6/2020). Kedatangan ratusan TKA asal China tersebut untuk bekerja di dua perusahaan pemurnian nikel di Morosi, Konawe Utara, Sultra.

Pada gelombang pertama, sebanyak 156 TKA China kini menjalani karantina di lokasi PT VDNI selama 14 hari. Mereka menjalani pemeriksaan kesehatan ketat dari tim medis Gugus Tugas Covid-19 Sultra untuk mencegah penyebaran virus corona.

Sebelum tiba di Indonesia, para TKA China itu juga sudah menjalani karantina ketat. Rencananya, ada dua gelombang kedatangan TKA China yang akan datang ke Sultra pada 28 Juni dan 7 Juli.


Editor : Kastolani Marzuki