Penjual Bantah Bubur Ayamnya Menyebabkan 35 Orang Keracunan di Pandeglang

Iskandar Nasution ยท Minggu, 29 Desember 2019 - 15:10 WIB
Penjual Bantah Bubur Ayamnya Menyebabkan 35 Orang Keracunan di Pandeglang
35 warga dari tiga desa dirawat di Puskesmas Sumur, Pandeglang, Banten, Minggu (29/12/2019) akibat keracunan bubur ayam. (Foto: iNews/Iskandar Nasution)

PANDEGLANG, iNews.id – Penjual bubur ayam membantah dagangannya menyebabkan 35 orang keracunan di Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten, Sabtu (28/12/2019) kemarin. Dia mengaku syok dan baru kali ini mengalami kejadian seperti itu setelah berjualan selama sembilan tahun.

Juned (42) warga Dayeh Mangseh, Kertajaya mengaku biasa berdagang bubur ayam di sejumlah desa di Kecamatan Sumur. Saat ditemui Minggu (29/12/2019) dia mengaku berjualan seperti biasa dan tak menambahkan kandungan berbahaya ke dalam dagangannya.

“Saya sudah jualan bubur selama sembilan tahun baru pertama kali mengalami kejadian seperti ini. Saya juga berjualan seperti biasa dan tak ada yang beda dengan hari-hari sebelumnya. Saya merasa janggal karena kalau memang bubur saya beracun, kenapa hanya setengah dari pelanggan saya yang kena, tidak semua,” katanya.

Juned mengaku dagangannya habis saat hari kejadian. Dia mengaku bisa menjual sampai 120 mangkok bila dagangannya habis.

“Saya juga jualan di sekitar rumah dulu sebelum ke tempat lain. Tapi di sini tak ada satu pun yang kena,” katanya.

Juned sudah diperiksa Kapolsek Sumur terkait kejadian keracunan massal tersebut. Juned sempat diamankan pihak polisi karena dikhawatirkan menjadi korban pengeroyokan akibat peristiwa tersebut.

“Polsek Sumur sempat mengamankan penjual bubur ayam karena takut dikeroyok massa. Kami sudah meminta keterangan kepada yang bersangkutan dan dia mengaku berjualan seperti biasa dan tak ada yang beda dengan hari-hari sebelumnya,” ucap Kapolsek Sumur, AKP Supardi.

Sebelumnya dilaporkan ada 35 orang dirawat di UPT Puskesmas Sumur, diduga akibat keracunan usai menyantap bubur ayam. Korban mengaku pusing, mual hingga muntah dan berak (muntaber) setelah menyantap bubur ayam tersebut. Kini polisi dan Juned masih menunggu hasil uji laboratorium sampel bubur ayam yang disantap 35 orang tersebut.


Editor : Rizal Bomantama