35 Orang Keracunan Bubur Ayam di Pandeglang, Sebagian Korban Anak-Anak

Iskandar Nasution ยท Minggu, 29 Desember 2019 - 10:31 WIB
35 Orang Keracunan Bubur Ayam di Pandeglang, Sebagian Korban Anak-Anak
35 warga dari tiga desa dirawat di Puskesmas Sumur, Pandeglang, Banten, Minggu (29/12/2019) akibat keracunan bubur ayam. (Foto: iNews/Iskandar Nasution)

PANDGELANG, iNews.id – Sebanyak 35 warga dari tiga desa di Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten keracunan usai menyantap bubur ayam. Warga mengkonsumsi bubur ayam yang dijual pedagang keliling.

Kejadian itu terjadi pada Sabtu (28/12/2019) siang. Gejala yang dirasakan korban adalah pusing hingga muntah dan buang air besar (muntaber). Sebagian korban adalah anak-anak.

Korban dari Desa Cigorondong, Tunggal Jaya, dan Kertajaya langsung dilarikan ke Puskesmas Sumur. Menurut pantauan di lokasi, Minggu (29/12/2019), Puskesmas Sumur masih dipenuhi korban yang menjalani rawat inap. Bahkan sejumlah korban harus dirawat di luar ruang perawatan seperti di tempat bermain anak.

“Anak saya habis makan bubur jam 11.30 WIB, lalu pukul 13.00 WIB anak saya muntah sampai berbusa. Saya panik karena jarak dari rumah jauh, tidak tahu itu keracunan atau tidak. Biasanya tidak apa-apa. Adik ipar saya juga kena, gejalanya sama,” kata ibu salh satu korban bernama Yeni.

Sementara itu korban lainya mengaku juga ikut keracunan setelah memakan kerupuk dicampur kaldu dari bubur tersebut. Oleh karena itu dia menduga ada sesuatu yang tidak beres pada kaldu atau kuah dari bubur ayam tersebut.

Kepala UPT Puskesmas Sumur, Cepy Diana Wahyu mengatakan hingga Sabtu malam ada 35 korban yang dirawat di tempat tersebut. Dia menduga para korban mengalami keracunan bubur ayam. Untuk memastikan hal tersebut petugas telah mengambil sampel makanan untuk melakukan uji laboratorium.

“Gejalanya mual, muntah, dan buang air besar hingga mengalami sakit perut terus menerus. Langkah pertama kami lakukan pertolongan kemudian kami uji laboratorium terhadap sampel makanan. Setelah diketahui hasilnya kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk dinas kesehatan,” ujarnya.


Editor : Rizal Bomantama