Pascainsiden Penikaman Guru oleh Siswa hingga Tewas, Izin SMK Ichtus Manado Dicabut

Jefry Langi ยท Senin, 28 Oktober 2019 - 18:52 WIB
Pascainsiden Penikaman Guru oleh Siswa hingga Tewas, Izin SMK Ichtus Manado Dicabut
Suasana di SMK Ichtus Manado, Sulut, Senin (28/10/2019). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulut menutup izin operasional sekolah pascakasus penikaman guru oleh siswa beberapa waktu lalu. (Foto: iNews/Jefry Langi)

MANADO, iNews.id – Pascakasus penikaman guru yang dilakukan dua orang siswa, izin operasional SMK Ichtus Manado, Sulawesi Utara (Sulut), dicabut hingga batas waktu tidak ditentukan. Keputusan ini diambil oleh Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Sulut berdasarkan investigasi tim Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (Kemendikbud).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemprov Sulut Grace Punuh mengatakan, berdasarkan hasil investigasi tim Kemendikbud, ditemukan banyak kejanggalan dan pelanggaran di SMK Ichtus Manado. Pengelolaan kurikulum dan pola manajemen jam belajar dinilai tidak disiplin serta tidak menentu. Hal ini karena sekolah itu hanya memiliki guru kontrak.

Tim juga menilai pendidikan karakter SMK Ichthus di kawasan Mapanget Barat, Manado, itu tidak maksimal. “Dengan pertimbangan-pertimbangan sesuai hasil investigasi tim Kemendikbud, izin operasi SMK Ichtus dicabut sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” kata Grace Punuh, Senin (28/10/2019).

Grace menambahkan, umumnya siswa di sekolah tersebut merupakan siswa pindahan dari sekolah lain karena bermasalah. Sebagai solusi terhadap para siswa, sebanyak 60 siswa akan dipindahkan ke sekolah terdekat. Namun, pemindahan itu juga tetap dengan berbagai persyaratan.

“Untuk siswa kelas 12 karena sudah mau ujian, diharapkan pindah ke sekolah terdekat, tapi itu pun harus ada rekomendasi. Orang tua siswa juga harus mengantar dan siap menandatangani tata tertib sekolah. Sebagai rekomendasi kedua, kalaupun siswa tidak bisa dimutasi ke sekolah lain, akan kami ikutkan di Paket C,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemprov Sulut Grace Punuh menjelaskan soal pencabutan izin operasi SMK Ichtus Manado, pascainsiden penikaman guru, Senin (28/10/2019). (Foto: iNews/Jefry Langi)

Sementara itu Kepala Sekolah SMK Ichtus, Katarina Lapagu bersama para siswa berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulut dapat mengambil kebijakan agar sekolah ini tidak ditutup. Mereka berharap proses belajar mengajar di sekolah itu bisa tetap berjalan seperti biasa. Apalagi, ssekolah alternatif juga jauh dari tempat tinggal siswa.

“Saya serahkan saja kepada atasan saya Dinas Pendidikan Sulawesi Utara bagaimana kebijakannya karena saya hanya bawahan. Harapan saya mengingat anak-anak masih membutuhkan pendidian dan ekonominya lemah, saya harapkan operasional sekolah diteruskan,” kata Katarina.

“Torang nggak terima karena masih ingin bersekolah di sini. Untuk ke depannya, torang berharap kejadian seperti kemarin tidak akan terulang lagi di sekolah. Jadi kami mohon sekolah ini jangan ditutup karena torang masih membutuhkan sekali sekolah ini,” kata siswi SMK Ichtus Manado, Putri.


Editor : Maria Christina