Webinar Leader Talk iNews

Pariwisata Batam Bersiap Bangkit usai Terpukul Covid-19

Irfan Ma'ruf ยท Kamis, 23 Juli 2020 - 20:08 WIB
Pariwisata Batam Bersiap Bangkit usai Terpukul Covid-19
Webinar Leader Talk iNews bertajuk Pemulihan Ekonomi Batam di Era New Normal, Kamis (23/7/2020). (Foto: iNews).

BATAM, iNews.id – Industri pariwisata Kota Batam, Kepulauan Riau bersiap bangkit setelah terpuruk karena pandemi Covid-19. Selain berencana membuka destinasi wisata, berbagai event untuk menarik wisatawan juga akan digelar.

Direktur Executive Batam Tourist Promotion Board (BTPB) Edy Sutrisno mengatakan, setelah Wali Kota Batam Muhammad Rudi memberikan pelonggaran sektor pariwisata pada 15 Juli lalu, kegiatan yang berkaitan dengan liburan (leisure) mulai bergeliat. Turnamen golf menjadi event pertama yang digelar di masa Adaptasi Kebiasaan Baru atau new normal.

"Up cooming event nanti saat Independence Day Fastival (HUT RI) ekspatriat di Batam akan dikumpulkan. Mereka akan kami ajak untuk pesta rakyat. Biarkan bule-bule melebur dalam kemeriahan 17 Agustus," kata Eddy dalam Webinar Leader Talk iNews bertajuk Pemulihan Ekonomi Batam di Era New Normal, Kamis (23/7/2020). Webinar disiarkan langsung oleh akun Youtube Official iNews, iNews Portal dan website iNews.id.

Dia menjelaskan, kemeriahan lomba Agustusan dengan melibatkan ekspatriat sebagaimana sebelumnya diharapkan menjadi daya tarik bagi wisatawan. Namun tentunya semua kegiatan akan menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran Covid-19.

Direncanakan pula pada Agustus nanti digelar Batam Wonderfood Festival. Selain itu kawasan Nongsa akan dijadikan percontohan pariwisata Batam di era new normal.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kota Batam Febrialin mengatakan, pariwisata menjadi salah satu sektor paling terdampak pandemi. Sebagai gambaran, pada Januari-Mei 2020 wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Batam hanya 228.503 orang, jauh di bawah periode sama tahun lalu 776.381 orang.

Penurunan itu ini turut memukul sektor turunan pariwisata, antara lain perhotelan atau penginapan. Tingkat okupansi terjun bebas. Bahkan, beberapa hotel terpaksa menghentikan sementara operasionalnya sambil menunggu situasi kondusif.

“Ini luar biasa, penurunan yang sangat tajam terutama wisman. Kondisi seperti ini tentu tidak kami biarkan karena pariwisata ini andalah Batam,” kata Febrialin.

Untuk itu, beberapa langkah telah ditempuh pemkot. Wali Kota Rusdi telah melonggarkan aktivitas di sektor ini, namun dengan syarat protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

Ketua DPD Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Kepri, Andika Lim optimistis pariwisata segera bangkit seiring Adaptasi Kebiasaan Baru. Asita telah mematau beberapa destinasi wisata yang diharapkan dapat segera buka dan menerima kunjungan turis.

Selain Nongsa, objek wisata yang diperkirakan bisa segera normal yakni Kepri Coral. Asita juga mengecek Pulau Labun.

“Tempat-tempat itu kami targetkan dikunjungi di tahap awal. Adapun target pasar sementara untuk wisman Singapura dan Malaysia. Dua negara lagi yakni Tiongkok (China) dan Korea. Empat negara ini menempati 70 persen total kunjungan turis di Batam,” katanya.


Editor : Zen Teguh