Pamit Buang Air ke Nenek, Siswa SD di Pringsewu Gantung Diri di Kamar Mandi

Indra Siregar ยท Selasa, 22 September 2020 - 12:36 WIB
Pamit Buang Air ke Nenek, Siswa SD di Pringsewu Gantung Diri di Kamar Mandi
Jenazah siswa SD MRA (12), disemayamkan di rumah duka, Pekon Blitarrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, Senin malam (22/9/2020). (Foto: iNews/Indra Siregar)

PRINGSEWU, iNews.id - Seorang siswa SD di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, berinisial MRA (12), ditemukan tewas gantung diri di kamar mandi rumahnya, Senin (21/09/2020). Penemuan mayat korban menggegerkan warga Pekon Blitarrejo, Kecamatan Gadingrejo.

Mayat MRA pertama kali ditemukan neneknya, Aminah (74), Senin kemarin, sekitar pukul 14.00 WIB. MRA tergantung di dalam kamar mandi rumahnya dengan kondisi leher terlilit seutas tali tambang warna merah.

Plh Kapolsek Gadingrejo Iptu Wanda Ervam Liton Dachi mengatakan, setelah mendapat informasi dari warga mengenai siswa SD yang gantung diri itu, petugas langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Namun, mayat korban sudah diturunkan oleh warga dan sudah dibawa ke Puskesmas Wates untuk pemeriksaan medis.

"Untuk hasil pemeriksaan medis, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Di leher ditemukan bekas jeratan dan terdapat ciri khas bunuh diri,“ kata Plh Kapolsek Gadingrejo, Senin (21/9/2020) malam.

Wanda mengatakan, kronologi kejadian ini berawal saat sekitar pukul 13.45 WIB, korban berpamitan untuk buang air besar kepada neneknya. Korban kemudian masuk ke dalam kamar mandi yang berdekatan dengan dapur rumah.

Setelah 15 menit kemudian, korban tidak juga muncul. Nenek korban kemudian mencari MRA di dalam dan sekitar rumah. Namun, korban tidak juga ditemukan.

Nenek korban lalu melihat sandal milik cucunya berada di depan pintu kamar mandi. Dia memanggil-manggil nama korban, tapi tidak dijawab. Karena tidak ada jawaban, Nenek Aminah langsung membuka pintu kamar mandi yang tidak terkunci.

Aminah pun syok menemukan cucunya sudah ergantung dengan seutas tali tambang warna merah yang dikaitkan pada lemari di ruang kamar tidur samping kamar mandi. Selain itu juga, tambang tersebut dimasukkan melalui lubang tembok yang menghubungkan antara kamar mandi dan kamar tidur.

Melihat cucunya tergantung, Aminah spontan berteriak meminta tolong kepada warga sekitar. Warga yang mendengar teriakan Nenek Aminah langsung berdatangan ke rumahnya. Mereka selanjutnya menurunkan siswa SD dan membawanya ke Puskesmas Wates Gadingrejo. Petugas medis memastikan korban sudah tidak bernyawa.

Wanda mengatakan, sebelum korban ditemukan gantung diri, di rumah itu hanya ada nenek korban. Sementara ibu korban pergi berbelanja sayuran di Pekon Parerejo dan ayahnya bekerja di Bandarlampung. Hingga kini penyebab korban nekat bunuh diri belum diketahui.

"Untuk penyebab korban sampai nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri masih dalam penyelidikan. Sampai saat ini kedua orang tua korban masih dalam kondisi trauma berat dan belum bisa dimintai keterangan," kata Wanda.

Polisi juga sudah mengamankan barang bukti berupa satu utas tali tambang warna merah dengan panjang kurang lebih sekitar 3 meter. Selain itu, satu kaos warna merah biru dan satu kursi kayu kecil yang digunakan korban saat akan gantung diri.


Editor : Maria Christina