Terdesak Cicilan HP, Emak-Emak di Sampit Nekat Curi Motor Teman

Normansyah ยท Senin, 21 September 2020 - 19:15 WIB
Terdesak Cicilan HP, Emak-Emak di Sampit Nekat Curi Motor Teman
Emak-emak ditangkap polisi karena diduga telah mencuri motor milik tmannya untuk melunasi cicilan handphone di Sampit, Kalteng. (Foto: iNews/Normansyah)

SAMPIT, iNews.id – Dua emak di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah nekat mencuri sepeda motor temannya hanya lantaran terdesak cicilan handphone (HP) kreditan baju. Akibat perbuatannya, kedua pelaku kini diamankan di Mapolsek Baamang.

Kapolsek Baamang, Akp Paramita Harumi mengatakan, kasus itu terungkap setelah ada warga melaporkan ada dua orang menggadaikan sepeda motor tanpa surat-surat.

“Motor yang digadaikan itu lalu diserahkan ke petugas karena saksi ini karena takut terlibat dalam kasus itu,” ucapnya, senin (21/9/2020).

Dari hasil penyelidikan, diketahui kedua pelaku mencuri sepeda motor milik temannya untuk kemudian digadaikan ke seseorang demi memenuhi kebutuhan hidup yakni membayar cicilan HP dan kredit pakaian mereka yang sudah jatuh tempo.

“Niat jahat kedua pelaku itu muncul saat keduanya memerlukan uang tambahan. Awalnya tersangka LW menyarankan ND untuk menggadaikan kendaraan miliknya, namun ND menolak. Kemudian mereka berniat mencuri sepeda motor milik temannya,” katanya.

Kedua pelaku, kata dia, lantas menyusun rencana dengan mengajak korban jalan-jalan. Di tengah perjalanan, salah satu dari tersangka meminjam sepeda motor korban.

“Ternyata kontak sepeda motor milik korban digandakan. Sepulang dari jalan-jalan itu, kedua pelaku langsung ngambil sepeda motor tersebut saat korban sedang lengah,” ujarnya.

Sepeda motor matik merah muda-hitam itu kemudian digadaikan pelaku sebesar Rp2,5 juta. “Uang dari menggadaikan motor korban itu untuk bayar cicilan HP dan pakaian,” katanya.

Kepada petugas, ND dan LW mengakui perbuatannya. Uang hasil menggadaikan sepeda motor korban dibagi dua. “Ya, uangnya dibagi dua,” ucap ND.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 363 ayat 1juncto Pasal 55 ayat 1 dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.


Editor : Kastolani Marzuki