Pakar Hukum Pidana Minta Napi yang Bebas Bersyarat Diberikan Gelang Chip

Antara ยท Selasa, 07 April 2020 - 08:45 WIB
Pakar Hukum Pidana Minta Napi yang Bebas Bersyarat Diberikan Gelang Chip
Napi Lapas Tanjung Gusta Medan yang mendapat asimiliasi dan dipercepat pembebasannya. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, iNews.id - Pakar hukum pidana dari Universitas Riau Erdianto Effendy menyarankan agar napi yang dibebaskan karena asimilasi diberikan gelang chip. Hal tersebut sudah diberlakukan dibeberapa negara maju lainnya.

"Gelang chip ini dapat menjadi kontrol atau pengawasan bagi tahanan atau narapidana bersyarat," kata Erdianto dalam keterangannya, Senin (6/4/2020).

Pendapat itu disampaikannya terkait Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) melepas sebanyak 22.158 narapidana dan anak yang dipidana di seluruh Indonesia, terkait upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 di lembaga pemasyarakatan, rumah tahanan negara, dan lembaga pembinaan khusus anak (LPKA).

Menurut dia, selain pemberian gelang chip itu, publik perlu diberitahu bahwa pembebasan bersyarat adalah alternatif pidana dan bukan bebas sepenuhnya.

"Karena dalam keadaan saat menghadapi pandemi Covid-19, kini orang yang tidak menjalani pidana saja juga dibatasi kebebasannya untuk tidak bepergian kemana-mana," ujarnya.

Dia menjelaskan terkait penyebaran Covid-19, maka untuk mengatasi penyebarannya dengan cara melarang kerumunan, padahal kapasitas umumnya melebihi daya tampung di lembaga pemasyarakatan.

Untuk mengatasi over kapasitas lembaga pemasyarakatan, hal yang seharusnya dilakukan pemerintah yakni penambahan lembaga pemasyarakatan dan perluasan gedung lembaga pemasyarakatan. Dia juga menyoroti soal kebijakan setiap pelaku pidana harus menjalani masa tahanan. Padahal aturan tersebut dinilai tidak up to date.

"Sejak tahun 1962, Sahardjo yang dikenal sebagai Bapak Pemasyarakatan mencatat bahwa penahanan sebagai sumber masalah yang menjadi penyebab over kapasitas," ucapnya.


Editor : Nani Suherni