Biadab! Anak Bunuh Ibu Kandung di Subulussalam Aceh dengan Tombak

Antara ยท Senin, 06 April 2020 - 18:45 WIB
Biadab! Anak Bunuh Ibu Kandung di Subulussalam Aceh dengan Tombak
Petugas Polres Subulussalam Kota, Aceh menangkap SB (26) anak durhaka yang tega membunuh ibu kandungnya dengan tombak. (Foto: Antara)

MEULABOH, iNews.id – Biadab! Kalimat itu pantas dialamatkan untuk SD (26) warga Desa Jabi-Jabi Barat, Kecamatan Sultan Daulat, Kabupaten Subulussalam, Aceh. Dia tega membunuh ibu kandung yang telah melahirkan dan membesarkannya dengan tombak.

Korban Salbiah (60) ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya, Minggu (5/4/2020) malam. Peristiwa tragis itu terjadi Sabtu (4/4/2020) menjelang tengah malam.

Saat ini, pelaku sudah ditangkap dan ditahan di Mapolres Subulussalam untuk diperiksa lebih lanjut. Belum diketahui motif pelaku tega membunuh ibu kandungnya tersebut.

Kapolres Kota Subulussalam, AKBP Qori Wicaksono mengatakan, pemuda itu ditangkap setelah korban bernama Salbiah (60) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi berlumuran darah pada Minggu (5/4), di dalam rumahnya.

"Kasus ini sedang kami selidiki, pelaku diduga membunuh ibu kandungnya menggunakan sebuah tombak," kata AKBP Qori Wicaksono, Senin (6/4/2020).

Dalam kasus ini, polisi juga sudah mengamankan satu buah tombak yang diduga digunakan pelaku.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Salbiah diduga dibunuh pelaku pada Sabtu (4/4/2020) menjelang tengah malam, menggunakan sebuah tombak.

Usai membunuh ibunya, pelaku berinisial SB kemudian beranjak pergi dari rumahnya sejak Sabtu tengah malam ke sebuah balai pengajian di Desa Jabi-Jabi Barat, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam. Ia berada di lokasi ini hingga Minggu (5/4/2020) siang.

Polisi yang mengetahui kejadian tersebut, kemudian melakukan penyelidikan, dan akhirnya mengamankan SB karena diduga sebagai pelaku utama dalam kasus pembunuhan tersebut.

"Kami masih menyelidiki kasus ini, terduga pelaku sampai saat ini masih belum bisa dimintai keterangan, karena kondisinya masih labil usai kejadian," kata AKBP Qori Wicaksono.


Editor : Kastolani Marzuki