Anak Bunuh Ibu Kandung di Pulang Pisau Kalteng Dijerat Pasal Berlapis

Sigit Dzakwan Pamungkas ยท Jumat, 24 Januari 2020 - 19:00 WIB
Anak Bunuh Ibu Kandung di Pulang Pisau Kalteng Dijerat Pasal Berlapis
Anak yang bunuh ibu kandung di Pulang Pisau, Kalteng dijerat pasal berlapis. (Foto: ilustrasi)

PULANG PISAU, iNews.id – Polisi menangkap Ipil Agus (31) anak durhaka yang tega membunuh ibu kandungnya, Liling (56) di Desa Kanamit, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (23/1/2020).

Kapolres Pulang Pisau AKBP Siswo Yuwono Bima Putra Mada mengatakan, pelaku ditangkap petugas tanpa perlawanan beberapa jam setelah kejadian tragis tersebut sekitar pukul 20.00 WIB.

“Saat ini pelaku masih kita periksa. Sedangkan barang bukti yang kami amankan satu buah timbangan gantung tembaga,” katanya, Jumat (24/1/2020).

Dia mengatakan, pelaku sudah ditahan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Akibat perbuatannya pelaku dijerat pasal berlapis yakni, Pasal 44 ayat (3) UU No. 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga atau Pasal 338 atau Pasal 351 ayat (3) dan Pasal 187.

BACA JUGA: Mabuk Miras, Pemuda di Pulau Pisau Kalteng Bunuh Ibu Kandung dan Bakar Rumah

Sebelumnya, seorang pemuda mengamuk dan membakar rumah serta membunuh ibu kandung. Peristiwa mengerikan ini terjadi di RT 03 Kanamit Muara, Desa Kanamit, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (23/1/2020) malam.

Informasi yang dihimpun, kejadian ini bermula saat pelaku Iping (35) dalam kondisi mabuk minuman keras (miras) cekcok dengan ibunya Liling (50) dan adiknya bernama Ade di dalam rumah mereka.

Iping melempar sesuatu ke arah kepala ibunya hingga korban tewas seketika dengan kondisi berlumuran darah di lokasi kejadian. Keterangan di lapangan, benda yang dilempar pelaku yaitu batu timbangan atau dacing.

Setelah menghabisi nyawa ibu kandung, Iping menuju ke dapur dan mengambil tabung gas elpiji 3 kilogram (kg). Kemudian terlihat api berkobar dan membakar rumah mereka serta merembet ke bangunan rumah ketua RT yang lokasinya bersebelahan.

Ketua RT setempat Siswanto mengaku mendengar terjadinya keributan. Namun dia tidak berani melerai karena pelaku keluar rumah dengan menenteng sebilah senjata tajam.


Editor : Kastolani Marzuki