Napi Kasus Korupsi di Lapas Pekanbaru Meninggal Akibat Covid-19

Antara ยท Jumat, 30 Oktober 2020 - 19:43:00 WIB
Napi Kasus Korupsi di Lapas Pekanbaru Meninggal Akibat Covid-19
Pemakaman Jenazah Covid-19 (Foto: iNews/Edi Catur Purwanto)

PEKANBARU, iNews.id - Seorang narapidana (napi) kasus korupsi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Riau meninggal dunia akibat Covid-19. Selain itum ada 16 napi yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Satu orang warga binaan pemasyarakatan meninggal dunia dengan hasil swab positif Covid-19, karena ada riwayat penyakit jantung,” kata Kepala Kanwil Kemenkumham Riau, Ibnu Chulud, Jumat (30/10/2020).

Ibnu mengatakan, tidak hanya 16 narapidana yang terkonfirmasi positif Covid-19, melainkan juga dari petugas pemasyarakatan yang terinfeksi ada sebanyak empat orang.

"Selain itu, ada seorang napi yang positif Covid-19 kini sedang di rawat di Rumah Sakit Awal Bros, Pekanbaru," kata dia.

Napi yang meninggal dunia bernama Syahrizal Hamid napi kasus korupsi dengan hukuman delapan tahun penjara, dan denda pengganti empat bulan, dan kurungan uang pengganti lima tahun.

Ibnu melanjutkan, riwayat penyakit napi yaitu penyakit jantung, dan sudah beberapa kali dibawa berobat ke luar Lapas Pekanbaru. Dia izin berobat keluar lapas atas rekomendasi oleh dokter Lapas didampingi oleh petugas.

Lebih lanjut Ibnu mengatakan, pada Senin (26/10/2020) sekitar pukul 03.00 WIB napi itu mengalami sesak napas dan dikeluarkan pada pukul 04.13 WIB. Sesampainya di RS pasien diopname. Setelah diperiksa dan di rontgen disebutkan bahwa ada gambaran Covid-19 pada parunya.

“Warga binaan pemasyarakatan itu dibawa keluar dengan pengawalan oleh dokter dan penjagaan serta didampingi oleh pihak keluarga. Dia dirawat dari Senin hingga hari ini, dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” katanya.

Penularan virus ini diduga kuat menyebar cepat karena kondisi Lapas Pekanbaru yang melebihi kapasitas. Menurut Ibnu, fasilitas itu berkapasitas 771 orang, namun penghuninya kini mencapai 1.502 orang. Sedangkan jumlah pegawai ada 109 orang.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto