Miras Senilai Rp 2,2 Miliar di Gorontalo Dimusnahkan

Antara ยท Jumat, 02 Oktober 2020 - 04:38:00 WIB
Miras Senilai Rp 2,2 Miliar di Gorontalo Dimusnahkan
Pemusnahan barang bukti minuman keras (miras) di Gorontalo (Antara)

GORONTALO, iNews.id - Sebanyak 33.342 liter minuman keras di Gorontalo dimusnahkan. Miras yang merupakan barang bukti sitaan itu dimusnahkan di halaman Sekolah Polisi Negara Polda Gorontalo, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo.

Pemusnahan dilakukan dengan melubangi karung berisi miras cap tikus, serta penandatanganan berita acara pemusnahan barang bukti.

Kajati Gorontalo Jaja Subagja mengatakan, miras senilai Rp2,2 miliar tersebut merupakan hasil operasi selama semester II yang sebagian besar diselundupkan dari daerah tetangga Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah.

"Pemusnahan miras itu menjadi bukti bahwa peredaran minuman beralkohol di daerah ini masih cukup tinggi," kata Jaja, Kamis (1/10/2020).

Jaja merasa heran masih banyaknya peredaran miras di daerahnya. Pasalnya, selama ini pihak petugas gencar melakukan razia dan pemusnahan. Dia meminta aparat tidak hanya menindak kurir atau penjual eceran, tetapi hingga ke tingkat produsen.

"Pemusnahan ini sudah sering kita lakukan. Saya heran kenapa ini miras enggak habis habis? Saya berharap yang punya pabriknya bisa ditangkap supaya ada efek jeranya. Nanti dikoordinasikan dengan kejaksaan dan hakim supaya perkaranya tidak terlunta-lunta," kata dia.

Jaja melanjutkan, Kejati mendukung upaya pemberantasan miras hingga ke akar-akarnya. Pasalnya, peredaran miras di Gorontalo sudah menghawatirkan dan merusak mental dan jiwa generasi muda.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menilai penindakan peredaran miras tidak cukup hanya sampai pada kurir dan distributor saja. Perlu juga untuk menindak produsen, yang menurutnya lebih banyak berdomisi di luar daerah Gorontalo.

“Jadi yang pemiliknya juga dipanggil dan diperiksa. Cap tikus ini diproduksi di daerah tetangga, di sana malah sudah diproduksi dengan kualitas yang bagus,” kata dia.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto