get app
inews
Aa Text
Read Next : Gempa Terkini M 3,7 di Kaur Bengkulu Kedalaman 25 Km

Mengenal Pendap, Makanan Khas Bengkulu dengan Cita Rasa Pedas dan Gurih

Jumat, 17 Februari 2023 - 12:52:00 WIB
Mengenal Pendap, Makanan Khas Bengkulu dengan Cita Rasa Pedas dan Gurih
Pendap, makanan khas tradisional Bengkulu dengan cita rasa pedas dan gurih. (Foto : Antara)

BENGKULU, iNews.id - Pendap merupakan makanan khas Bengkulu. Makanan tradisional ini biasa juga disebut ikan pais dengan cita rasa pedas dan gurih serta aroma khas daun talas yang menjadi pembungkusnya.

Nusantara memang kaya akan khazanah suku bangsa dan adat budaya. Demikan juga dengan ragam kuliner. Seperti halnya Provinsi Bengkulu yang memiliki beragam suku dan bermacam kuliner tradisional

Menurut sejarahnya, wilayah Bengkulu pernah berdiri kerajaan-kerajaan, seperti Kerajaan Sungai Serut, Kerajaan Selebar, Kerajaan Patpetulai, Kerajaan Balai Buntar, Kerajaan Sungai Lemau, Kerajaan Sekiris, Kerajaan Gedung Agung dan Kerajaan Marau Riang di bawah Kesultanan Banten. 

Provinsi Bengkulu yang berjuluk "Bumi Rafflesia" ini kini terdiri atas 10 kabupaten/kota. Sementara suku yang tinggal di antaranya Suku Rejang, Pekal, Serawai, Mukomuko, Lembak, Basemah, Kaur dan Enggano.

Selain itu, provinsi ini memiliki berbagai kuliner tradisional seperti bay tat, perut punai, kue som, cucur tinggit, kue bongkol, lempuk durian, lepat (lepek) binti, gelamai, manisan terong, emping dan masih banyak lagi.

Bahkan, untuk lauk makan yang cocok dikonsumsi dengan nasi hangat yaitu lemea, tempoyak udang dan ikan, gulai ikan rebung asam, gulai pisang muda, bagar hiu dan yang cukup populer adalah pendap.

Seorang pedagang pendap di Kelurahan Tanjung Agung, Kota Bengkulu, Siti mengatakan, bahan dasar pembuatan lauk tersebut yakni daun talas, bumbu rendang, cabai, ikan laut, kelapa muda parut dan beberapa rempah khas Bengkulu.

Dalam proses pemasakan, tidak semua jenis daun talas atau keladi yang dapat digunakan. Hanya tiga jenis yaitu keladi putih, keladi semi hitam dan keladi hitam.

Editor: Donald Karouw

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut