Massa Sweeping Kendaraan Angkut TKA China di Bandara Haluoleo Kendari

Febriyono Tamenk, Antara · Selasa, 30 Juni 2020 - 23:46 WIB
Massa Sweeping Kendaraan Angkut TKA China di Bandara Haluoleo Kendari
Massa pengunjukrasa tolak kedatangan TKA China bentrok dengan polisi di Kendari. (Foto: iNews/Febriyono Tamenk)

KENDARI, iNews.id – Massa pengunjukrasa tolak kedatangan ratusan tenaga kerja asing (TKA) China di Simpang Tiga Bandara Haluoleo Kendari, Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra)men-sweeping setiap kendaraan yang keluar dari bandara ini, Selasa (30/6/2020).

Sweeping tersebut untuk memeriksa setiap kendaraan apakah memuat para TKA China atau tidak. Sebab, ada 105 TKA China gelombang kedua dikabarkan akan tiba malam ini di Bandara Haluoleo Kendari.

Massa aksi juga meminta kepada setiap kendaraan yang melintas agar menurunkan semua kaca jendela ketika melintas.

Demonstrasi penolakan TKA China ini berlangsung sejak siang hari sekitar pukul 13.40 WITA, dan berlanjut hingga malam hari.

Demo penolakan ratusan TKA ini sempat memanas. Ratusan pengunjuk rasa mencoba masuk ke Bandara Haluoleo Kendari, namun dihalau oleh pihak kepolisian. Aksi dorong antara mahasiswa dan pihak kepolisian pun terjadi. Namun tidak terjadi bentrok ataupun ricuh.

Pengamanan terlihat oleh pihak kepolisian telah menyiapkan satu unit mobil water cannon dan barikade kemanan dengan menggunakan tameng dan gas air mata.

"Ini jalan kami, dibuat dari uang rakyat, jangan ada pergesekan. Tujuan kita bukan bergesek-gesekan dengan kepolisian. Dengan hormat berikan kami jalan," ujar seorang orator saat berorasi di atas pengeras suara.

Koordinator aksi, Aswan mengatakan, sikap Gubernur Sultra Ali Mazi yang tetap mengizinkan ratusan TKA China masuk ke wilayah Sulawesi Tenggara tidak memihak masyarakat lokal.

“Kita menolak kedatangan kembali TKA China di Sultra. Banyak masyarakat kita yang kena PHK, tapi malah mendatangkan TKA,” katanya.

Hingga pukul 20.32 WITA, aksi unjuk rasa penolakan TKA itu masih terus berlangsung. Para orator terus bergantian melakukan orasi. Selain itu, massa aksi juga terus melakukan razia pada setiap kendaraan roda empat yang keluar dari bandara.


Editor : Kastolani Marzuki