Kota Mataram Tertinggi Kasus Penyebaran Covid-19 di NTB

Harikasidi, Antara ยท Selasa, 14 Juli 2020 - 19:00 WIB
Kota Mataram Tertinggi Kasus Penyebaran Covid-19 di NTB
Ilustrasi virus corona (Antara)

MATARAM, iNews.id – Kota Mataram menjadi daerah tertinggi kasus penyebaran virus corona (Covid-19) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Dari data Pemprov NTB,  kasus Covid-19 di Mataram mencapai 716 pasien dengan jumlah korban  meninggal 48 orang.

Di peringkat dua, Kabupaten Lombok Barat dengan 362 kasus positif Covid 19 dan 23 orang meninggal.

Wakil Gubernur NTB, Siti Rohmi Djalilah mengatakan, Kota Mataram masuk zona merah penyebaran virus corona. Pemprov NTB bersama Forkopimda menjadikan Mataram skala prioritas penanganan Covid-19.

“Terus bertambahnya kasus sebaran Covid 19 di Kota Mataram ini menjadi atensi kami (Pemprov NTB) agar bisa secepatnya ditangani,” katanya, Selasa (14/7/2020).

Wagub juga berharap pemerintah kabupaten/kota dapat mendisiplinkan para pedagang dan pengunjung pasar tradisional untuk menggunakan masker.

"Saatnya menerapkan 'punishment' jika mau jualan atau masuk pasar harus menggunakan masker, apabila tidak diikuti jangan masuk pasar, itu konsekuensinya," katanya.

Menurut Wagub, ketegasan yang dilakukan pemerintah bukan untuk membatasi aktivitas masyarakat, tetapi untuk melindungi seluruh masyarakat di NTB dari penyebaran wabah Covid-19, sehingga dapat hidup aman dan terus produktif.

"Masih ditemukan beberapa pengunjung dan pedagang yang tidak menggunakan masker," kata Sitti Rohmi Djalilah.

Selain itu, Rohmi juga mengedukasi para pengunjung pasar agar dapat penggunaan masker dengan baik. Masker harus menutupi mulut dan hidung. Karena kata Wagub virus ini masuk ke tubuh melalui hidung dan mulut.

"Jangan pakai masker di dagu atau di bawah hidung," ucapnya.

Selama ini pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota serta aparat TNI/Polri tidak henti-hentinya memberikan edukasi dan imbauan, mulai dari imbauan yang humanis hingga tegas.

Pemerintah telah membagikan ribuan masker, mengajak dan mengimbau di setiap lokasi keramaian, hingga pelosok desa untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi. Namun seiring waktu, kasus penyebaran Covid-19 tetap saja terus merangkak naik di NTB.

"Terutama wilayah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat," ujarnya.


Editor : Kastolani Marzuki