Ketua DPRD Sultra Protes Kebijakan Gubernur Ali Mazi Bolehkan TKA China

Febriyono Tamenk ยท Rabu, 17 Juni 2020 - 20:31 WIB
Ketua DPRD Sultra Protes Kebijakan Gubernur Ali Mazi Bolehkan TKA China
Ketua DPRD Sultra Abdul Rahman Saleh. (Foto: iNews/Febriyono Tamenk)

KENDARI, iNews.id - Ketua DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) Abdul Rahman Saleh memperotes keras kebijakan Gubernur Ali Mazi yang menyetujui kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA) China bekerja di pabrik pemurnian nikel di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe.

Protes keras Abdul Rahman Saleh itu diluapkan dalam video teleconference dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra, Rabu (17/6/2020) petang.

Saleh meminta agar kedatangan ratusan TKA China itu ditunda  sebelum semua syarat dipenuhi.

“Sebelum semua syarat telah dipenuhi oleh TKA baik syarat bebas Covid-19 maupun dokumen mereka tidak boleh datang. Sebab selama ini TKA yang datang bekerja di Sultra masih menggunakan visa kunjungan,” katanya.

Ketua DPRD Sultra itu berharap agar Forkopimda dapat duduk bersama membahas polemik masuknya 500 TKA China ke wilayah Sultra, serta memperhatikan kesejahteraan tenaga kerja lokal yang saat ini tengah bekerja di perusahaan pemurnian nikel tersebut.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi akhirnya berubah pikiran menyetujui kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China untuk bekerja di kawasan industri smelter virtu dragon nikel industry atau VDNI di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe.

Ali Mazi beberapa bulan lalu sebelumnya getol menolak rencana kedatangan ratusan TKA China itu karena dinilai rawan menyebarkan virus corona (Covid-19).

Menurut Ali Mazi, dirinya tidak pernah menolak kedatangan 500 TKA China namun hanya menunda karena saat itu menjelang Bulan Suci Ramadan.

Dia mengatakan, 500 TK China itu datang untuk bekerja sebagai tenaga ahli di kawasan industri smelter VDNI. Semua syaratnya juga telah dipenuhi perusahaan.


Editor : Kastolani Marzuki