Berubah Pikiran, Gubernur Sultra Ali Mazi Setujui Kedatangan 500 TKA China

Febriyono Tamenk ยท Selasa, 16 Juni 2020 - 16:33 WIB
Berubah Pikiran, Gubernur Sultra Ali Mazi Setujui Kedatangan 500 TKA China
Gubernur Sultra Ali Mazi meminta polisi segera menangkap TKA China pemalsu KTP. (Foto: iNews/Febriyono Tamenk)

KENDARI, iNews.id - Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi akhirnya berubah pikiran menyetujui kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China untuk bekerja di kawasan industri smelter virtu dragon nikel industry atau VDNI di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe.

Ali Mazi beberapa bulan lalu sebelumnya getol menolak rencana kedatangan ratusan TKA China itu karena dinilai rawan menyebarkan virus corona (Covid-19).

Menurut Ali Mazi, dirinya tidak pernah menolak kedatangan 500 TKA China namun hanya menunda karena saat itu menjelang Bulan Suci Ramadan.

Dia mengatakan, 500 TK China itu datang untuk bekerja sebagai tenaga ahli di kawasan industri smelter VDNI. Semua syaratnya juga telah dipenuhi perusahaan.

“Situasi pandemi Covid-19 tidak menjadi alasan untuk terus menolak kedatangan 500 TKA China. Namun pertibangannya adalah situasi ekonomi, apalagi saat ini telah memasuki new normal,” katanya ditemui di gedung DPRD Sultra di Kendari, Selasa (16/6/2020).

Sementara itu, DPRD Sultra belum setuju dan meminta perusahaan tempat ratusan tenaga kerja asing itu untuk dievaluasi. Sikap pimpinan DPRD Sultra ini bukan berarti anti-investasi asing.

Ketua DPRD Sultra, Abdurrahman Saleh mengatakan, perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing itu harus dievaluasi. Salah satu alasannya, kata dia, 80 hingga 90 persen TKA China masuk ke Indonesia menggunakan visa kunjungan.

“Tenaga kerja asing yang didatangkan belum tentut tenaga ahli dan ini dinilai sangat merugikan negara,” ucapnya.

Karena itu, kata dia, pimpinan DPRD Sultra mengajak semua pihak bersikap objektif agar potensi tambang di Sulawesi Tenggara dapat dikelola dengan baik. Sehingga menjadi rujukan tata kelola perusahaan dan ketenagakerjaan.


Editor : Kastolani Marzuki