Kasus Aktif Meningkat, Pemerintah Diminta Jangan Fokus Tangani Covid-19 di Jawa

Irfan Ma'ruf · Selasa, 03 Agustus 2021 - 00:15:00 WIB
Kasus Aktif Meningkat, Pemerintah Diminta Jangan Fokus Tangani Covid-19 di Jawa
Ilustrasi pemeriksaan Covid-19. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id –  Penanganan pandemi Covid-19 oleh pemerintah saat ini dinilai masih sangat berfokus di Jawa. Kondisi itu menyebabkan rata-rata kematian dan kasus aktif di luar Jawa mengalami peningkatan dalam satu bulan terakhir.

Kesenjangan juga terjadi di ranah testing, di mana kesiapan laboratorium PCR hingga saat ini masih sangat fokus di Jawa dan sangat minim di daerah luar Jawa.

“Dengan sebaran kasus yang mulai merembet ke luar Jawa yang menjadi zona merah, saya rasa penanganan pandemi tidak optimal apabila labnya tidak maksimal. Serapan anggaran daerah bisa juga dimaksimalkan untuk hal tersebut,” kata Kontributor Public Health Pandemic Talks, Pritania Astari saat menjadi pemateri dalam Webinar Pelacakan Kontak: Mengoptimalkan Dukungan Masyarakat dalam 3T yang diselenggarakan LeaN ON, Senin (2/8/2021).

Program LeaN On digagas oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan INVEST DM, yang didukung oleh United State Agency for International Development (USAID) melalui program Empowering Access to Justice (MAJU) – The Asia Foundation (TAF).

Pritania juga menegaskan bahwa kebijakan pemerintah saat ini juga harus memprioritaskan penanganan pandemi di kelompok rentan, karena berdasarkan data sangat sulit ditemukan bagaimana penanganan pandemi di kelompok rentan seperti kelompok miskin kota, transgender, dan orang penderita HIV.

“Kelompok rentan harus diprioritaskan karena mereka memiliki kerentanan ekonomi yang tidak dapat berdiam di rumah. Mereka harus bekerja setiap hari untuk menutupi kebutuhan mereka,” kata Pritania.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2