Ini Hasil Lengkap Survei dan Rekomendasi BMKG terkait Gempa Merusak M6,6 di Banten

Nani Suherni · Kamis, 20 Januari 2022 - 14:11:00 WIB
Ini Hasil Lengkap Survei dan Rekomendasi BMKG terkait Gempa Merusak M6,6 di Banten
Peta data guncangan gempa M6,6 di Selatan Banten. (Foto: BMKG)

Menurutnya, berdasarkan tugas dan fungsi BMKG sesuai SOP tanggap darurat, telah mengirimkan tim survei gempa bumi merusak ke lokasi terdampak. Tujuannya untuk mengidentifikasi dampak kerusakan pada bangunan dengan metoda pengamatan visual dan peralatan seismik.

Survey ini dilaksanakan pada tanggal 15-19 Januari 2022. Tim terdiri atas personel Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda waktu serta personil UPT Daerah (BBMKG Wilayah II Banten dan Stasiun Geofisika Tangerang)

"Hasil survey berdasarkan pengamatan makroseismik menghasilkan sebaran lokasi dengan tingkat kerusakan yang bervariasi," katanya.

Kondisi wilayah terdampak yakni Desa Ujung Jaya dan Taman Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang dengan skala Intensitas VI – VII MMI (Banyak retakan terjadi pada dinding bangunan sederhana, sebagian roboh, kaca pecah). Kecamatan Panimbang, Munjul dan Cimanggu dengan skala V – VI MMI (Bagian non struktur bangunan mengalami kerusakan ringan, seperti retak rambut pada dinding, atap bergeser ke bawah dan sebagian berjatuhan dan berpotensi mengalami kerusakan sedang pada struktur bangunan yang sederhana).

Kecamatan Cigeulis, Cibaliung dan Cikeusik di Kabupaten Pandeglang serta Malingping di Kabupaten Lebak dengan Intensitas IV-V MMI.

Kesimpulan dari hasil pengamatan makroseismik dan pengukuran seismik di lapangan yakni kerusakan terbanyak terdapat di Kecamatan Sumur, Kabupaten pandeglang. Sebagian besar kerusakan pada bangunan disebabkan faktor jarak yang dekat dengan episenter dan konstruksi bangunan tidak memenuhi standar konstruksi yang dipersyaratkan. Selain itu lokasi dengan banyak kerusakan berada di atas lapisan tanah dengan klasifikasi jenis tanah lunak (E)

"Kepada masyarakat di lokasi terdampak diimbau agar menghindari dan tidak menempati sementara bangunan yang retak atau rusak akiba gempa," ucapnya.

Editor : Donald Karouw

Bagikan Artikel: