Ibu Muda yang Buang Bayi Kembar di Tong Sampah di Kotim Dijerat Pasal Berlapis

Normansyah ยท Kamis, 19 Maret 2020 - 16:15 WIB
Ibu Muda yang Buang Bayi Kembar di Tong Sampah di Kotim Dijerat Pasal Berlapis
Ibu muda yang membuang bayi kembar di tong sampah diperiksa penyidik unit PPA Satreskrim Polres Kotawaringin Timur, Kalteng. (Foto: iNews/Normansyah)

KOTAWARINGIN TIMUR, iNews.idIbu muda di Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah berinisial NR (25) yang tega membuang bayi kembar ke tong sampah dijerat pasal berlapis. Pelaku pun terancam hukuman tujuh tahun penjara. Aksi ibu muda yang terjadi Rabu (18/3/2020) lalu itu sempat menghebohkan warga.

Kasus pembuangan bayi itu akhirnya terbongkar dan pelaku ditangkap petugas gabungan Satreskrim Polres Kotawaringin Timur dan Polsek Baamang, Kamis (19/3/2020). Belakangan diketahui, pelaku nekat membuang bayi kembar buah hatinya itu karena takut dimarahi suami yang tidak menginginkan punya anak lagi.

Kapolres Kotawaringin Timur, AKBP Mohammad Rommel mengatakan, pelaku dijerat Pasal 305 dan Pasal 308 tentang Penelantaran Orang dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

“Pelaku sudah kita tahan dan masih diperiksa penyidik. Kita juga meminta keterangan suami pelaku," katanya, Kamis (19/3/2020).

Dia menatakan, pelaku pembuangan bayi kembar di samping bak sampah Jalan Muhran Ali Sampit ditangkap petugas tidak kurang dari 24 jam.

Awalnya saat hendak ditangkap, pelaku sempat mengelak dan tidak mau mengakui perbuatannya. Namun setelah polisi menunjukan sejumlah alat bukti dan mengkomprontir dengan sejumlah saksi pelaku akhirnya mengakui perbuatannya.

Dari hasil penyelidikan, kata dia, motif pelaku yang tidak lain adalah ibu dari bayi kembar tersebut karena takut kepada suaminya yang sudah tidak menginginkan memiliki anak lagi. “Selama hamil sembilan bulan, suami pelaku tidak pernah tahu jika isterinya tengah hamil,” ujarnya.

Sebelumnya, suami pelaku sebenarnya sempat curiga dengan perubahan bentuk fisik isterinya. Namun pelaku menutupi kehamilannya dengan berdalih jika perutnya menjadi buncit akibat menderita suatu penyakit.

Menurut kapolres, pelaku yang masih berusia sekitar 25 tahun dan berperawakan kecil ini mengaku melahirkan sendiri bayi kembarnya, Selasa (17/3/2020) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB tanpa ada pertolongan orang lain, termasuk memotong tali pusar dan mengubur ari-ari bayi di samping rumahnya.

“Pelaku juga sempat memberi asi kepada kedua bayi kembarnya tersebut, namun karena saking takutnya dengan suaminya. Pada Rabu 18 Maret sekitar pukul 21.30 WIB, anak kembarnya tersebut dibuangnya di samping bak sampah dan pelaku langsung pulang ke rumah,” katanya.

Sementara itu, bayi kembar malang yang tak berdosa tersebut masih dalam penanganan pihak RSUD dr Murdjani Sampit. Sejak kabar tentang penemuan bayi kembar tersebut, banyak swarga yang datang dan berniat untuk mengadopsi kedua bayi kembar tersebut.


Editor : Kastolani Marzuki