Tak Dipinjami Uang Rp400.000, Adik Bunuh Kakak Sepupu di Kotawaringin Barat

Sigit Dzakwan Pamungkas ยท Rabu, 11 Maret 2020 - 01:04 WIB
Tak Dipinjami Uang Rp400.000, Adik Bunuh Kakak Sepupu di Kotawaringin Barat
Ilustrasi pembunuhan. (Foto: istimewa)

KOTAWARINGIN BARAT, iNews.id – Hanya gara gara tidak dipinjami uang Rp400.000, Donarius (24) warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kotawaringin Barat tega membunuh kakak sepupunya, Etni Susanti alias Jumi (38) dengan pisau.

Pelaku kemudian ditangkap petugas Satreskrim Polres Kotawaringin Barat, Senin (9/3/2020) di mess PT BTM, Desa Bukit Harum H-6, Kecamatan Menthoni Raya, Kabupaten Lamanda.

Peristiwa yang menggegerkan warga Arut Utara, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah itu terjadi Sabtu (7/3/2020). Saat melakukan aksinya, tersangka dalam keadaan mabuk.  

Kapolres Kotawaringin Barat, AKBP Dharma Ginting mengatakan, saat itu tersangka mendatangi rumah mess korban di komplek perusahaan. “Tersangka datang ke rumah Jumi dalam kondisi mabuk arak dari warung yang sebelumnya disinggahi. Tujuan tersangka menemui kakak sepupunya itu untuk meminjam uang Rp400.000 untuk modal mencari pekerjaan,” kata kapolres.

Namun bukannya uang pinjaman yang didapat, justru korban menjawab dengan kata-kata yang dinilai menyinggung perasaan pelaku. “Harusnya laki-laki yang memberi uang ke saya bukan kamu yang pinjam uang,” ucap kapolres menirukan ucapan tersangka.

Selanjutnya, tersangka tetap bertahan di mess korban dan jam sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB. Pelaku yang sudah disulut dendam karena tersinggung atas perkataan korban kemudian berniat membunuh kakak sepupunya itu.

“Setelah itu korban terlihat kelelahan karena siang harinya bekerja dan tertidur di dalam kamar, di situlah niatan tersangka muncul untuk membunuh kakak sepupunya. Tersangka kemudian menuju dapur untuk mengambil pisau dan langsung ditusuk di bagian dada kiri korban hingga menancap dan pelaku langsung kabur,” katanya.

Selain menangkap tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya jaket merah, baju putih, botol plastik berisi minuman tuak, dan pisau dapur panjang 20 cm.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal berlapis yakni Pasal 338 dan Pasal 354 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.


Editor : Kastolani Marzuki