Hendak Berangkat ke Malaysia, 30 PMI Ilegal Ditangkap Ditreskrimum Polda Kepri

Dicky Sigit Rakasiwi · Senin, 07 Juni 2021 - 08:27:00 WIB
Hendak Berangkat ke Malaysia, 30 PMI Ilegal Ditangkap Ditreskrimum Polda Kepri
30 PMI Ilegal berada di Mapolda Kepri (Foto: Istimewa)

BATAM, iNews.id - Sebanyak 30 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal diamankan Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri ditangkap di Kampung Simpangan Km 16 Jalan Tanjung Uban, Minggu (6/6/2021). Dari kasus ini, dua orang jadi tersangka karena berperan sebagai pengurus.

Ke-30 PMI iIlegal ini terdiri atas 29 pria dan satu perempuan. Sementara identitas kedua tersangka yakni Samsul Hadi alias Sul pria kelahiran Lombok 20 April 1973 yang beralamat di Perumnas Air Raja. Kemudian Far alias Hafiz pria kelahiran Tegal.

"Tersangka kedua yakni Far alias Hafiz pria kelahiran Tegal yang beralamat Jalan Bambu kuning kilometer 16 RT 08," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, Senin (7/6/21).

Modus Operandi yang dilakukan kedua tersangka yakni melakukan penampungan dan pengurusan hingga pemberangkatan PMI ke luar negeri tanpa dilengkapi dokumen resmi. Dimana para PMI ini diberangkatkan melalui pelabuhan ilegal atau tikus, dengan iming-iming mendapatkan gaji yang besar.

Kronologis penangkapan yakni pada Minggu (6/6/21) sekira pukul 09.00 WIB anggota Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri memperoleh informasi dari masyarakat. Dilaporkan ada beberapa orang calon PMI ilegal yang berada di Kampung Simpangan kilometer 16 Jalan Tanjung Uban akan diberangkatkan untuk bekerja ke Malaysia.

"Mengetahui hal tersebut tim langsung melakukan penyelidikan di kampung simpangan kilometer 16 Jalan Tanjung uban yang diduga terdapat tempat penampungan para calon PMI ilegal, selanjutnya pada pukul 12.30 WIB ditemukan adanya 30 orang calon PMI ilegal asal Lombok yang telah ditampung oleh pelaku," kata Arie.

Pada saat ditemukan, tersangka sedang melakukan proses pengurusan keberangatannya dengan menawarkan pekerjaan di Negara Malaysia sebagai pekerja kebun sayur dan pekerjaan lainnya dengan menjanjikan penghasilan paling kecil sebulan sebesar Rp3 juta dan paling besar Rp4,5 juta. Selanjutnya tim Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri berhasil melakukan penangkapan 2 orang tersebut didekat tempat penampungan. 

"Tersangka dan 30 orang korban serta barang bukti untuk dibawa ke Polda Kepri guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ucapnya.

Editor : Nani Suherni

Halaman : 1 2