Guskamla I Tangkap 5 Perompak Kapal di Selat Singapura

Gusti Yennosa ยท Senin, 22 Februari 2021 - 15:57:00 WIB
Guskamla I Tangkap 5 Perompak Kapal di Selat Singapura
Komandan Guskamla Armada I, Laksamana Pertama Yayan Syofian saat koneferensi pers penangkapan lima perompak kapal di Selat Singapura, Senin (22/2/2021). (Foto: iNews/Gusti Yennosa)

BATAM, iNews.id - Gugus Keamanan Laut Armada (Guskamla) I menangkap lima pencuri dan perompak kapal yang kerap beraksi di Laut Selat Singapura, Senin (22/2/2021). Selain menjarah harta ABK kapal, para pelaku juga mengambil sparepart kapal yang mereka rampok.

Perompakan dan pencurian barang barang di Kapal Tongkang Linau 133 berbendara Malaysia yang dilakukan lima pelaku ini terbilang nekat. Dengan menggunakan dua kapal speed boat, para pelaku langsung naik dan mengambil barang barang berharga yang ada diatas Kapal Tongkang Linau 133.   

Aksi para pelaku terlihat oleh petugas Guskamla yang sedang melakukan patroli menggunakan KRI Siwar 646 di perairan Singgapura atau sekitar 10 mil dari daratan Batam. Tak menunggu lama, petugas langsung mengadang dan menangkap para pelaku.

Detik-detik perompak beraksi di Kapal Tongkang Linau 133 Malaysia di Selat Singapura. (Foto: iNews/Gusti Yennosa)
Detik-detik perompak beraksi di Kapal Tongkang Linau 133 Malaysia di Selat Singapura. (Foto: iNews/Gusti Yennosa)

Komandan Guskamla Armada I, Laksamana Pertama Yayan Syofian mengatakan, petugas mendapat informasi ada sekelompok perompak beraksi menggunakan boat pancung di perairan Pulau Batam. 

“Para pelaku yang merupakan warga Tanjung Uma, Batam ini diduga sudah memantau targetnya. Kapal Tongkang Linau 133 ini berlayar dari Serawak Tujuan Kelang, Johor, Malaysia. Kawanan perompak ini kerap melakukan aksinya di laut,” kata Yayan.

Sasaran perompak ini, kata dia, selain kapal tongkang juga kapal kapal kargo dan kapal tangker yang sedang melintasi perairan singapura atau di perairan Selat Malaka. 

Kelompok ini juga terbilang sadis karena tak segan segan melukai korbannya. Aksi para perompak itu dinilai sangat memalukan pemerintah Indonesia mengingat Selat Singapura yang merupakan pusat lalu lintas kapal seluruh dunia.

Editor : Kastolani Marzuki

Bagikan Artikel: