Emosi Baca WhatsApp Perselingkuhan Istri, Suami di Jambi Aniaya Adik Ipar hingga Tewas

Joni Firdaus ยท Kamis, 25 Juni 2020 - 18:31 WIB
Emosi Baca WhatsApp Perselingkuhan Istri, Suami di Jambi Aniaya Adik Ipar hingga Tewas
Tersangka HF saat dimintai keterangan oleh polisi di Mapolsek Bathin 24, Kecamatan Bathin 24, Kabupaten Batanghari, Jambi, Kamis (25/6/2020). (Foto: iNews/Joni Firdaus)

BATANGHARI, iNews.id – Kasus perselingkuhan berujung maut terjadi di Desa Koto Boyo, Kecamatan Bathin 24, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Seorang pria menganiaya selingkuhan sang istri yang juga adik iparnya hingga tewas setelah membaca isi percakapan keduanya di aplikasi WhatApp .

Pelaku berinisial HF menganiaya korban Doni Iskandar dengan menggunakan sebilah pisau. Korban yang juga berprofesi sebagai kepala dusun itu ditikam saat berada di Kantor Balai Desa Koto Boyo, Rabu (24/6/2020).

Akibat luka parah yang dialaminya, korban Doni Iskandar tewas setelah sempat dilarikan ke rumah sakit. Pascakejadian itu, Tim Reskrim Kecamatan Bathin 24 bersama Tim Reskrim Polres Batanghari Jambi langsung menangkap HF dari rumah ayahnya.

“Kami mengamankan tersangka yang diduga melakukan penganiayaan berencana pada Rabu, 24 Juni 2020, pukul 14.15 WIB di Kantor Desa Koto Boyo,” kata Kasat Reskrim Polres Batanghari Iptu Orivan, Kamis (25/6/2020).

Orivan mengatakan, pelaku melakukan penganiayaan sendirian. Saat ini, kasus tersebut masih diselidiki dan ditangani di Polsek Bathin 24. “Kasus ini masih dalam pendalaman. Terhadap tersangka dikenakan Pasal 353 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara,” ujarnya.

Sementara tersangka HF mengatakan, dirinya nekat menganiaya korban yang juga adik iparnya karena telah berselingkuh dengan istrinya. Sebelum menganiaya korban, HF mengaku sudah cukup lama mencium perselingkuhan antara istrinya dan korban. Namun, dia tidak punya bukti kuat.

“Adik ipar saya melakukan perselingkuhan bersama istri saya. Saya naruh curiga telah lama sama dia, ada sekitar sebulan lalu, cuma saya bukti tidak ada,” katanya.

Untuk membuktikan kecurigaannya, HF akhirnya mengunduh aplikasi untuk menyadap isi percakapan WhatsApp istrinya dan korban. Aplikasi itu dia ketahui dari Facebook.

“Jadi setelah saya balik dari jemaah tabligh, saya buka HP, saya lihat di Facebook ada aplikasi untuk sadap WA, saya sadap orang rumah saya (istri),” ujarnya.

Di hari pertama dan kedua, tidak ada percakapan antara istrinya dan korban. Namun di hari ketiga, dia pun kaget membaca isi WhatAspp perselingkuhan antara istrinya dan korban.

“Pas hari Rabu, saya disuruh paman saya antar duit wakaf ke masjid. Tiba-tiba sadapan WA saya masuk. Saya buka, ceritanya tentang perselingkuhan dia, emosi saya sudah tidak tertahankan lagi,” katanya.

Dia kemudian menyiapkan sebilah pisau dan mencari adik iparnya yang berselingkuh dengan istrinya. Dia menemukan Doni Iskandar di Kantor Balai Desa Koto Boyo dan langsung menikam dada kiri korban. Setelah itu, pelaku melarikan diri ke rumah orang tuanya.

Sementara korban yang terluka parah dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Medika Muarabulian. Namun, nyawa korban tidak tertolong lagi dan akhirnya meninggal dunia.


Editor : Maria Christina