Asyik Berpidato, Bupati Ini Tiba-Tiba Ditegur Wakapolsek karena Tak Pakai Masker

Joni Nura ยท Kamis, 25 Juni 2020 - 14:21 WIB
Asyik Berpidato, Bupati Ini Tiba-Tiba Ditegur Wakapolsek karena Tak Pakai Masker
Wakapolsek Alok Ipda I Made Sutama menegur Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo karena berpidato tanpa menggunakan masker. (Foto: iNews/Joni Nura)

MAUMERE, iNews.id – Bupati Sikka Nusa Tenggara Timur (NTT) Fransiskus Roberto Diogo ditegur Wakapolsek Alok Ipda I Made Sutama karena berpidato di hadapan masyarakat tanpa menggunakan masker. Bupati diharapkan tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19 sehingga masyarakat pun disiplin.

Teguran ini disampaikan Wakapolsek Alok saat Bupati Sikka berpidato di hadapan warga Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, NTT, yang memadati tempat acara peluncuran Bantuan Langsung Tunai (BLT), Rabu (24/6/2020). Acara dilaksanakan di Lapangan Sinde Kabor.

Ribuan warga ini datang ke lokasi acara karena diinformasikan akan langsung menerima BLT yang diserahkan oleh bupati Sikka. Sayangnya, warga serta pejabat yang hadir tidak seluruhnya menerapkan protokol kesehatan.

Warga memadati tenda yang disiapkan panitia. Ada pula yang berkumpul hingga di luar area acara. Tampak para warga mengabaikan protokol kesehatan karena tidak menjaga jarak. Banyak juga yang tidak memakai masker, termasuk bupati saat berpidato.

Salah Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo berpidato, tiba-tiba Wakapolsek Alok Ipda I Made Sutama maju ke depan. Dia berbisik kepada orang nomor satu di Sikka itu.

Ternyata, perwira polisi itu maju ke depan untuk menegur bupati yang tdak memakai masker. Bupati pun langsung mengambil masker di depannya, dan selanjutnya mengimbau agar warga memakai masker.

“Jadi protokol kesehatan itu harus kita lakukan. Semuanya harus pakai masker ya. Kalau saya bicara buka masker, karena tidak ada orang di sekitar sini. Kemudian supaya suaranya lebih besar. Nanti sebentar saya duduk lagi, pakai masker,” kata Bupati.

Dalam sambutannya, Bupati juga sempat menyampaikan pengalamannya memakai masker sambil berusaha membuat warga tertawa.

“Ini, maskernya ada. Pertama kita pakai masker, itu sesak napas, saya juga sesak napas pakai masker, jalan sesak napas. Tapi saya temukan ini masker bagus, bahannya dari bahan BH, pori-porinya mungkin lebih baik, jadi kalau saya pakai, napas saya itu lega,” katanya.

Bupati Sikka juga mengatakan, pihaknya sudah berusaha untuk memberi sosialisasi kepada masyarakat perihal protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Namun, kesadaran masyarakat masih minim. Karena itu, dia berharap masyarakat bisa semakin sadar akan pentingnya penerapan protokol kesehatan.

Sementara Wakapolsek Alok Ipda I Made Sutama mengatakan, banyaknya massa yang yang berkumpul membuat aparat kepolisian kesulitan memberikan imbauan. Polisi pun tak berani membubarkan acara ini karena merupakan kegiatan pemda. Mereka hanya bisa mengimbau sekadarnya saja.

Dia juga langsung menegur Bupati Sikka yang tidak memakai masker saat berpidato di acara itu. Harapannya, warga juga akan disiplin menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan lainnya.

“Ya artinya kami sudah mengimbau kepada masyarakatnya supaya kegiatan ini harus sesuai dengan protokol kesehatan. Misalnya jaga jarak dan pakai masker, sudah diimbau tadi,” katanya.

Aparat kepolisian berharap Tim Satgas Penanganan Covid-19 juga bisa hadir dalam acara-acara yang mengumpulkan massa sehingga ikut membantu mengimbau masyarakat menerapkan protokol kesehatan.

Warga yang datang pun akhirnya membubarkan diri karena penerimaan bantuan yang langsung diserahkan oleh bupati hanya kepada perwakilan warga. Sementara warga lainnya akan menerima bantuan di kantor lurah masing-masing. Diketahui, sedikitnya ada 11.800 warga akan menerima BLT yang bersumber dari APBD Kabupaten Sikka.


Editor : Maria Christina