Diduga Nistakan Agama, Akun Facebook SMA Dilaporkan MUI Sumbawa ke Polisi

Antara ยท Kamis, 09 Juli 2020 - 19:15 WIB
Diduga Nistakan Agama, Akun Facebook SMA Dilaporkan MUI Sumbawa ke Polisi
Ilustrasi hoaks. (Foto: Istimewa)

MATARAM, iNews.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) melaporkan akun Facebook berinisial SMA ke polisi karena diduga menistakan agama. Pelaku diduga telah meresahkan masyarakat terutama umat Islam atas unggahan di status media sosialnya.

Ketua MUI Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat mengatakan, sejumlah status dan informasi yang diunggah akun Facebook tersebut meresahkan umat Islam.

"Jadi kenapa kami melaporkan itu, karena memang unggahannya yang tersebar di media sosial sangat meresahkan masyarakat. Selain itu juga ada penyataannya yang dinilai menyesatkan, sehingga memang kami perlu melaporkannya ke pihak terkait," kata Syukri, Kamis (9/7/2020).

Dia mengatakan, akun tersebut sering mengunggah ayat Alquran dengan terjemahan yang menyimpang. Unggahan tersebut membuat masyarakat resah.

Dengan dasar temuan yang demikian, MUI Kabupaten Sumbawa melalui Komisi Fatwa melakukan kajian hingga memutuskan untuk melaporkan akun tersebut ke Polres Sumbawa.

"Hasil kajian kami di MUI Komisi Fatwa, banyak menemukan pernyataan yang menyesatkan. Kan ini berbahaya bagi masyarakat, terutama Umat Islam. Dia juga diduga cenderung ingkar terhadap sunnah. Pegangannya hanya Alquran saja, tidak menerima hadis nabi. Itu berbahaya, maka dari itu kami mengambil langkah hukum," ucapnya.

Menurut dia, yang bersangkutan pernah diproses hukum oleh Polda NTB, terkait kasus serupa yakni, dugaan penistaan agama. Namun, kata Syukri, belakangan ini yang bersangkutan kembali mengulang perbuatannya.

"Jadi kami berharap kepolisian mengambil satu tindakan hukum sesuai dengan apa yang diatur oleh Undang-undang," katanya.

Terkait dengan laporan ini, Kasat Reskrim Polres Sumbawa Iptu Akmal Novian Reza mengatakan penanganan kasus dugaan penistaan agama tersebut kini telah masuk tahap penyidikan.
"Kasusnya sudah naik sidik," kata Akmal.

Dia mengatakan, penyidik belum menetapkan peran tersangka, namun pemilik akun yang diduga melakukan penistaan agama melalui media sosial tersebut telah dikantongi dan pihaknya sudah memanggil terlapor.

"Intinya kasus ini masih kami dalami. Sekarang masih koordinasi dengan ahli. Perkembangan selanjutnya nanti kami sampaikan kembali," ujarnya.


Editor : Kastolani Marzuki