Gempa Bumi M5,4 di Sumbawa Terasa hingga Bali, Ini Penjelasan BMKG terkait Penyebabnya

Felldy Utama ยท Sabtu, 13 Juni 2020 - 19:26:00 WIB
Gempa Bumi M5,4 di Sumbawa Terasa hingga Bali, Ini Penjelasan BMKG terkait Penyebabnya
Ilustrasi gempa bumi . (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Wilayah Samudera Hindia Selatan Bali-Nusa Tenggara diguncang gempa tektonik pada Sabtu (13/6/2020), pukul 16.15 WIB wilayah Samudera Hindia Selatan Bali-Nusa Tenggara diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,1 dari sebelumnya M5,4.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono mengatakan, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,04 Lintang Selatan (LS) dan 117,90 Bujur Timur (BT). Gempa tepatnya berlokasi di laut pada jarak 70 km arah Tenggara Kota Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa, NTB, pada kedalaman 11 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal. "Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault," kata Rahmat dalam siaran persnya.

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Sumbawa dalam skala intensitas III-IV MMI. Ini artinya, bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah. Kemudian di Bima dan Dompu dirasakan dalam skala intensitas III MMI. Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu.

Di Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah, Mataram, Karangasem, Bali, dan Labuan Bajo, guncangan gempa bumi dirasakan dalam skala intensitas II MMI. Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," katanya.

Hingga Sabtu (13/6/2020), pukul 16.30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan ada lima aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.

BMKG merekomendasikan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Kemudian, periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke rumah.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," kata Rahmat.

Editor : Maria Christina