Diduga Bunuh Diri, Penumpang Feri di Banten Nekat Terjun ke Laut dan Hilang

Iskandar Nasution ยท Jumat, 30 Oktober 2020 - 21:23:00 WIB
Diduga Bunuh Diri, Penumpang Feri di Banten Nekat Terjun ke Laut dan Hilang
Tim SAR Banten melakukan operasi pencarian penumpang kapal feri yang nekat terjun ke laut di perairan Banten. (Foto: iNews/Iskandar Nasution)

CILEGON, iNews.id - Seorang penumpang kapal feri KMP Nusa Jaya nekat terjun ke laut saat dalam pelayaran dari Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Jumat (30/10/2020). Hingga saat ini, korban belum ditemukan dan masih dalam pencarian tim Basarnas dan Polair Banten.

Detik-detik terjadinya aksi diduga bunuh diri seorang penumpang kapal feri itu terekam kamera CCTV kapal. Dari rekaman CCTV itu, tampak KMP Nusa Jaya yang membawa ratusan penumpang baru berangkat dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni.

Sekitar pukul 13.45 WIB, terlihat seorang pria yang memakai jaket merah tiba-tiba melompat ke laut. Saat itu, kapal tengah berlayar di sekitar di Pulau Tempurung, Banten atau baru 1,2 kilometer dari Pelabuhan Merak. Kejadian itu kemudian langsung dikabarkan pihak kapal ke tim Basarnas.

“Beberapa saksi mata melihat pria tersebut awalnya berada di upper deck, kemudian dia naik ke reling kapal terus langsung terjun ke laut,” kata Koordinator Unit Siaga SAR Merak, Fery Krisna.

Dia mengaku belum mengetahui pasti motif pria tersebut nekat terjun ke laut. “Motifnya masih dalam penyelidikan petugas termasuk identitas korban yang juga belum diketahui,” katanya.

Fery mengatakan, upaya pencarian korban belum membuahkan hasil karena terkendala gelombang laut yang sangat tinggi.

“Begitu kami terima laporang penumpang kapal terjun ke laut, kami langsung mencari titik lokasi korban terjun yakni di Pulau Tempurung. Tapi, pencarian terhalang dengan kondisi cuaca buruk di perairan Selat Sunda,” ujarnya.

Rencananya, tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian pria tersebut di lokasi tempat korban melompat. Tim SAR akan menggunakan kapal drupada, kapal polair dan perahu rib untuk mencari keberadaan korban.


Editor : Kastolani Marzuki