Deretan Sejarah Kelam Indonesia, 6 Jenderal dan 1 Pamen TNI Dibunuh

Faqihah Husnul Khatimah · Jumat, 23 September 2022 - 15:51:00 WIB
Deretan Sejarah Kelam Indonesia, 6 Jenderal dan 1 Pamen TNI Dibunuh
Sejarah kelam Indonesia menjadi catatan penting dalam perjalanan bangsa. (Foto: tubankab.go.id).

JAKARTA, iNews.idSejarah kelam Indonesia menjadi catatan penting dalam perjalanan bangsa ini. Sejarah kelam Indonesia telah memakan banyak korban.

Indonesia telah mengalami banyak peristiwa penting hingga setelah kemerdekaan. Peristiwa tersebut sangat membekas di masyarkat.

Sejumlah peristiwa kelam itu ada yang diperingati setiap tahunnya. Peringatan ini diharapkan agar masyarakat Indonesia selalu mengingatnya.

Berikut deretan sejarah kelam Indonesia:

1. Peristiwa G30S/PKI

Merupakan bagian dari sejarah kelam Indonesia. Peristiwa ini ditandai dengan pemberontakan yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). 

Pemberontakan dipimpin oleh Dipa Nusantara Aidit. PKI melakukan pemberontakannya pada 30 September 1965 pada malam hingga dini hari. 

Tujuan utama pemberontakan, PKI ingin mengubah ideologi bangsa Indonesia, Pancasila menjadi komunis. Masa ini juga dikenal buruknya hubungan TNI dan PKI karena adanya berbagai pertentangan.

Dalam sejarah kelam ini, para petinggi TNI Angkatan Darat (AD) menjadi korban. Mereka yang menjadi korban keganasan PKI, yaitu  Letjen TNI Ahmad Yani, Mayjen TNI S. Parman, Mayjen TNI MT Haryono, Mayjen TNI Soeprapto, Brigjen TNI DI Panjaitan, Brigjen TNI Sutoyo dan Kapten Piere Tendean. 

Para pahlawan bangsa itu diculik kemudian disiksa dan dibunuh secara kejam. Jenazahnya kemudian dimasukkan ke dalam sumur tua yang dikenal dengan sebutan Lubang Buaya.

Jenderal Besar TNI Purn. Abdul Haris Nasution yang awalnya menjadi target utama, berhasil meloloskan diri. Namun, putrinya yang masih kecil, Ade Irma Nasution tertembak kemudian meninggal dunia. Selain itu, ajudannya, yakni Kapten Piere Tendean juga menjadi korban.

Setelah peristiwa tersebut, Soekarno memerintahkan Mayor Jenderal Soeharto untuk menumpas kader maupun simpatisan PKI. Berbagai anggota organisasi dan orang-orang yang terlibat PKI dicari dan ditangkap. 

Masyarakat juga menggeruduk markas dan bangunan-bangunan lain yang terkait dengan PKI. 

Editor : Kurnia Illahi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: