Demo Mahasiswa di Polda Sultra Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Antara, Rahmat Buhari ยท Kamis, 17 Oktober 2019 - 19:06 WIB
Demo Mahasiswa di Polda Sultra Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata
Polisi menyemprotkan air dari mobil water cannon ke arah kerumunan massa saat demonstrasi di Mapolda Sultra. (Foto: iNews.id/Rahmat Buhari)

KENDARI, iNews.id – Aksi demonstrasi ratusan mahasiswa dari Forum Mahasiswa Sulawesi Tenggara Bersatu menuntut penetapan tersangka pelaku penembakan mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari di Markas Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) berujung ricuh, Kamis (17/10/2019).

Kericuhan terjadi setelah massa nekat menerobos barikade keamanan. Namun upaya yang dilakukan para pedemo tidak berhasil.

Aksi dorong pun tak terelakkan. Massa yang terus merangsek akhirnya dipukul mundur setelah polisi menembakkan gas air mata dan menyemprotkan air dari mobil water cannon.

Massa pun berlarian menyelamatkan diri. Sebagian massa kemudian membalas dengan melemparkan batu ke arah polisi. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kericuhan yang berlangsung lama itu.

Dalam aksinya, mahasiswa mendesak Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian segera menetapkan tersangka kasus penembakan terhadap Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi saat aksi demonstrasi di Kantor DPRD Sultra, 26 September lalu.

"Kami mendesak tim investigasi Mabes Polri untuk menyampaikan secara transparan proses penyelidikan dan hasil uji balistik dengan penyataan dalam konferensi pers," kata orator pedemo saat menyampaikan tuntutannya.

Massa juga mendesak Ombudsman RI, Komnas HAM, Kompolnas, LPSK untuk tegas dalam mengawal kasus penembakan Muhammad Yusuf Kardawi dan Randi. Mereka juga meminta enam anggota polisi terperiksa agar dipecat karena telah terbukti melanggar standar operasional prosedur (SOP) pengamanan demo.

Dalam mengamankan massa aksi demo itu, terlihat pihak kepolisian menurunkan tiga unit mobil water cannon. Namun hanya dua unit yang difungsikan karena satu unit mengalami gangguan saat berada di depan massa, sehingga ditarik mundur.

Akibat aksi tersebut jalur menuju kantor Gubernur Sultra ditutup dengan menggunakan kawat berduri, sehingga para pengendara dialihkan menggunakan jalur lain. Sementara massa aksi membubarkan diri pada pukul 15.10 WITA.


Editor : Kastolani Marzuki