Cerita Samiun, Nelayan Baubau yang Disandera Abu Sayyaf  di Filipina Selama 3 Bulan

Andi Ebha · Jumat, 27 Desember 2019 - 21:05:00 WIB
Cerita Samiun, Nelayan Baubau yang Disandera Abu Sayyaf  di Filipina Selama 3 Bulan
Samiun Maneu, nelayan asal Baubau, Sultra korban penyanderaan kelompok Abu Sayyaf bisa berkumpul kembali dengan keluarga setelah dibebaskan militer Filipina. (Foto: iNews/Andi Ebha)

BAUBAU, iNews.id – Samiun Maneu (27) dan Maharuddin Lunani (48) warga Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) kini bisa berkumpul kembali bersama keluarganya setelah tiga bulan disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina, Jumat (27/12/2019).

Keduanya dibebaskan melalui kontak tembak antara militer Filipina dengan kelompok Abu Sayyaf, Minggu (22/12/2019).

Samiun menuturkan, operasi pembebasan itu dilakukan militer Filipina pada Minggu dini hari. Saat itu, Samiun, Maharuddin Lunani dan anaknya, Farhan masih tertidur di lokasi penyanderaan. “Kejadiannya subuh. Kontak senjata terus. Kami langsung berbaring,” katanya.

Saat terjadi baku tembak, Samiun dan dua rekannya berpencar mencari tempat perlindunngan. Beruntung, Samiun dan Maharuddin bisa bertemu dan diselamatkan militer Filipna. “Kita ketemu militer Filipina. Saat itu, masih di tempat kejadian. Tapi, saya sedih karena anak Maharuddin masih disandera,” katanya.

Samiun mengaku selama disandera kelompok Abu Sayyaf tidak mengalami kekerasan. Dia mengaku diperlakukan biasa. “Biasa saja. Kami diperlakukan dengan baik,” ucapnya.

Samiun juga senang akhirnya bisa kembali berkumpul bersama keluarga. Namun, dia merasa sedih karena masih ada satu temannya yang belum dibebaskan.

Samiun berharap pemerintah bisa mengupayaan pembebasan satu korban sandera Abu Sayyaf, yakni Muhammad Farhan (27) yang merupakan anak Maharuddin Lunani.

Kedatangan Samiun Maneu dan Maharuddin Lunani disambut isak tangis keluarga yang menjemputnya di Bandara Betoambari, Baubau. Mereka diantar langsung perwakilan Kementerian Luar Negeri.

Samiun Maneu dan Maharuddin Lunani disandera kelompok Abu Sayyaf sejak September 2019. Mereka akhirnya dibebaskan militer Filipina melalui kontak senjata, Minggu (22/12/2019).

Sebelumnya, Kamis (26/12/2019), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyerahkan dua dari tiga WNI yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf di Filipina.

Namun, satu WNI lainnya masih dalam proses negosiasi untuk pembebasan. Kementarian Luar Negeri dibantu Menteri Pertahanan Prabowo Subianto akan terus berjuang membebaskan sandera WNI lainnya yang masih disandera.

Peristiwa penyanderaan 3 WNI ini terjadi pada 24 September 2019 lalu. Saat itu, Maharuddin, Farhan, dan Samiun sedang melaut dan memancing udang di Pulau Tambisan, Lahad Datu, Sabah, Malaysia.

Mereka kemudian ditangkap anggota kelompok Abu Sayyaf dan diperintahkan meminta Presiden Jokowi membayar tebusan sebesar Rp8,3 miliar.

Editor : Kastolani Marzuki