Cerita Anak Tukang Kebun asal Riau Jadi Anggota Paskibraka di Istana Negara

Antara ยท Selasa, 17 Agustus 2021 - 16:53:00 WIB
Cerita Anak Tukang Kebun asal Riau Jadi Anggota Paskibraka di Istana Negara
Keluarga Heri tukang kebun di perkebunan sawit Kabupaten Rokan Hulu tampak bahagia melihat putrinya menjadi anggota Paskibraka di Istana Negara. (Foto: Antara)

PEKANBARU, iNews.id – Kebahagiaan tengah melingkupi keluarga Heri (51) dan Nurdiana Ritonga (44) setelah melihat putrinya, Dwita Okta Amelia Herdian (16) menjadi anggota pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) HUT Kemerdekaan ke-76 RI di Istana Negara, Jakarta, Selasa (17/8/2021). 

Heri tak menyangka anak tukang kebun di Perkebunan Sawit Nusantara V, unit kebun Sei Intan di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau itu berdiri gagah di hadapan Presiden Joko Widodo.

Karyawan Pabrik Kelapa Sawit itu mengaku tak pernah menyangka Dwita bakal menjadi perwakilan Provinsi Riau untuk ambil bagian dalam momen bersejarah tersebut. Terlebih lagi, Dwita berasal dari SMA Negeri I Kunto Darussalam, sebuah sekolah yang awalnya jauh dari perhitungan, namun mampu mengalahkan ratusan peserta sekolah favorit unggulan.

"Saya mendukung. Teman-teman di kantor juga memberikan doa. Tapi tidak pernah saya berani membayangkan dia akan berada di sana. Berdiri mengibarkan bendera di Istana Merdeka," katanya dengan mata berkaca-kaca.

Hal itu tak lain karena Dwita dikenal anak yang nyaris jarang keluar rumah sepulang sekolah. Tapi, satu yang pasti, Dwita anak berprestasi. Melahap semua pelajaran dan ekstrakurikuler di sekolahnya dengan mantab.

Tim Indonesia Tangguh dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) akan mengibarkan bendera Merah Putih pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 17 Agustus 2021. (Foto: BPMI Setpres)
Tim Indonesia Tangguh dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) akan mengibarkan bendera Merah Putih pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 17 Agustus 2021. (Foto: BPMI Setpres)

Heri mengisahkan, perjalanan Dwita yang bercita-cita menjadi anggota Polri tersebut untuk menjadi bagian Paskibraka di Istana Merdeka cukup panjang. "Saat itu dia bilang ke saya, meminta doa saya dan ibunya untuk ikut seleksi Paskibraka. Dia ingin sekali menjadi bagian pengibar bendera di Jakarta," ujarnya.

Perjalanan panjang Dwita hingga ke Jakarta diawali dari tingkat paling bawah, tingkat kecamatan. Satu per satu tahapan dijalani dengan tekun dan doa. Hingga akhirnya, nama siswa kelas Xl MIPA 1 itu muncul untuk lanjut ke tahapan seleksi kabupaten. Terdapat ratusan siswa yang mengikuti seleksi itu.

Dia terpilih untuk lanjut seleksi tingkat provinsi di Pekanbaru. Bendera perjuangan kembali dikibarkan dengan ratusan pelajar terbaik Bumi Lancang Kuning ini.

Sempat khawatir akibat pandemi Covid-19, Heri pun ikhlas melepas putri kesayangannya dari desa ke kota. Seleksi di Pekanbaru berlangsung selama empat hari, sejak 19 Mei hingga 22 Mei 2021. Pada hari terakhir, teleponnya berdering, terdengar isak tangis nun jauh di ujung gawai. Dwita terpilih untuk berada di Istana Merdeka, mengibarkan Merah Putih di hadapan Kepala Negara.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: