Cegah Corona, Ratusan Penumpang Kapal Pelni KM Lambelu Dilarang Turun di Maumere

Joni Nura, Antara ยท Selasa, 07 April 2020 - 14:02 WIB
Cegah Corona, Ratusan Penumpang Kapal Pelni KM Lambelu Dilarang Turun di Maumere
Warga Wairklau, Maumere, NTT, menolak gedung SD di permukiman mereka dijadikan lokasi karantina ratusan penumpang Kapal Pelni KM Lambelu, Senin (6/4/2020). (Foto: iNews/Joni Nura)

MAUMERE, iNews.id – Ratusan penumpang Kapal Pelni KM Lambelu dilarang turun setelah kapal tiba di Kota Maumere, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapal hanya diizinkan bersandar di Pelabuhan L Say Maumere setelah tiba Selasa (7/4/2020), pukul 02.30 Wita waktu setempat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sikka Petrus Herlemus mengatakan, dari data yang diperoleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka, jumlah penumpang kapal Pelni KM Lambelu itu sebanyak 233 orang. Para penumpang kapal baru diizinkan turun dari kapal setelah petugas kesehatan naik ke atas kapal dan memeriksa kesehatan satu persatu penumpang.

“Sesuai permintaan Pak bupati, kapal boleh bersandar di pelabuhan pada pagi hari, setelah tiba pada subuh tadi. Kapal hanya diizinkan berlabuh di tengah laut,” kata Petrus Herlemus.

Petrus menjelaskan, pemeriksaan pertama akan dilakukan terhadap 95 anak buah kapal (ABK) yang sebelumnya berinteraksi dengan empat penumpang kapal atas Nunukan, yang sudah dinyatakan positif Covid-19. Setelah itu, pemeriksaan dilanjutkan kepada para penumpang kapal.

"Jadi, totalnya mencapai 328 orang akan diperiksa di atas kapal oleh petugas kesehatan yang menggunakan alat pelindung diri lengkap,” ujarnya.

Untuk mempercepat proses pemeriksaan terhadap para penumpang kapal dan ABK, sebanyak 20 petugas kesehatan ditugaskan ke atas kapal. Masyarakat atau penumpang kapal juga diimbau untuk bisa lebih kooperatif membantu para petugas kesehatan sehingga proses pemeriksaan kesehatan bisa berlangsung cepat.

Setelah diperiksa kesehatan, para penumpang kapal tersebut belum diizinkan pulang ke rumah masing-masing. Mereka harus menjalani masa karantina di Kota Maumere selama 14 hari penuh.

“Mereka nanti akan dikarantina selama 14 hari di salah satu gedung di Maumere dan akan dipantau terus selama 14 hari itu,” ujarnya.

Sebelumnya beberapa sekolah negeri disiapkan sebagai lokasi karantina para penumpang dan ABK kapal. Namun, karena ada penolakan dari warga sekitar, lokasi karantina terpaksa di pindahkan ke salah satu gedung di tengah kota.

Pemkab Sikka melalui usulan Bupati kepada pemerintah provinsi juga sebelumnya meminta agar kapal tersebut bersama ABK dan ratusan penumpang kapal itu diisolasi di tengah laut selama enam hari, namun tetap dipantau. Hal ini karena pihaknya mengkhawatirkan ada ABK yang terinfeksi virus corona. Apalagi, mereka sudah berinteraksi dengan empat penumpang positif corona yang sudah turun di Nunukan, Kalimantan Utara.

“Namun, hal itu ditolak oleh Pemprov, sehingga kapal tetap dizinkan bersandar. Penumpang kapal baru diizinkan turun setelah diperiksa kesehatannya. Kita harapkan semuanya sehat-sehat selalu,” katanya.


Editor : Maria Christina