Bikin Merinding, Lintah Bersarang di Kelamin Bocah 10 Tahun di Tangerang Banten

Aimarani ยท Sabtu, 04 Juli 2020 - 18:01 WIB
Bikin Merinding, Lintah Bersarang di Kelamin Bocah 10 Tahun di Tangerang Banten
Syamsudin menceritakan kronologi alat kelamin putranya kemasukan lintah di Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (4/7/2020). (Foto: iNews/Aimar Rani)

TANGERANG, iNews.id - Seekor lintah masuk dan bersarang di alat kelamin bocah berusia 10 tahun di Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten. Proses pengeluaran hewan yang kerabat cacing dengan alat pengisap darah di ujung kepala dan ujung ekornya itu membuat warga merinding dan panik.

Dari video rekaman warga, Syamsudin berusaha mengeluarkan lintah dari alat kelamin anaknya Ray Saputra, Sabtu (4/7/2020). Pengeluaran lintah berlangsung dramatis lantaran bocah yang masih duduk di bangku kelas lima Sekolah Dasar (SD) ini terus berteriak histeris. Teriakannya membuat warga yang menyaksikan ikut panik.

Syamsudin tampak kesulitan mengeluarkan hewan itu dari alat kelamin anaknya yang menangis kesakitan. Setelah dua jam lebih, usahanya berhasil. Hewan pengisap darah sepanjang 5 sentimeter itu keluar dan langsung dimusnahkan.

Melihat hewan itu, warga tampak merasa ngeri dan merinding. Sementara Ray Saputra meringis kesakitan karena alat kelaminnya berdarah dan mengalami pembengkakan.

Ayah korban Syamsudin mengatakan, peristiwa ini bermula saat putranya bermain dan mandi di tepi sungai yang tak jauh dari rumahnya. Usai mandi di sungai, tiba-tiba anak pertamanya ini menangis lantaran kelaminnya berdarah dan merasakan sakit.

“Dia mandi di sungai sama teman-temannya, kan di rumah enggak punya air. Ternyata kemaluannya kemasukan lintah,” kata Syamsyuar.

Syamsuar yang panik mencoba memeriksa alat kelamin putranya dan menemukan hewan itu di ujung alat kelamin. Lantaran cemas, Syamsuar pun berusaha untuk mencoba mengeluarkan lintah dari alat kelamin putranya.

Meski lintah sudah berhasil dikeluarkan, kondisi Ray Saputra masih terlihat lemas dan terbaring di rumah. Dia merasa kesakitan di bagian alat kelaminnya yang luka dan bengkak.

Syamsudin juga hanya bisa pasrah merawat putranya di rumah walaupun merasa khawatir dengan kondisi putranya saat ini. Dia tidak punya uang untuk memeriksakan sang putra ke rumah sakit.

“Ya anak saya masih kesakitan karena kemaluannya membengkak dan keluar darah juga. Tapi mau bagaimana lagi, karena nggak ada biaya, saya enggak bisa bawa dia ke rumah sakit. Kondisinya begini, kerja juga enggak,” kata Syamsudin.


Editor : Maria Christina