Waspada Demam Babi Afrika, Karantina Lampung Peketat Jalur Keluar-Masuk Babi

Antara ยท Sabtu, 04 Juli 2020 - 14:11 WIB
Waspada Demam Babi Afrika, Karantina Lampung Peketat Jalur Keluar-Masuk Babi
Ilustrasi bangkai babi (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)

LAMPUNG, iNews.id - Karantina Pertanian Lampung memperketat arus masuk dan keluar hewan ternak babi. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF).

"Kami akan memperketat pengawasan di pintu masuk lalu lintas hewan ternak babi," kata Kepala Karantina Pertanian Lampung Muh Jumadh, di Bandarlampung, Sabtu (4/7/2020).

Jumadh menambahkan, pengawasan akan dilakukan di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan. Pengetatan pengawasan ini bersinergi dengan Bvet Lampung. Nantinya, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung akan melakukan pengujian laboratorium terhadap sample ASF.

"Ini terkait mitigasi risiko. Jadi hewan yang akan dikirim ke luar Sumatera akan dilengkapi surat keterangan kesehatan hewan dan sertifikat kesehatan dari Karantina Pertanian Lampung. Hal ini dilakukan untuk menjamin babi dan produknya bebas ASF," kata dia.

Jumadh melanjutkan, pihaknya akan melakukan pengetatan pengawasan kepada pengguna jasa yang membawa hewan ternak dengan melapor ke karantina dengan melengkapi dokumen tersebut.

"Dan di Pelabuhan Bakauheni akan dilakukan cek suhu dan monitoring sampel untuk ASF," kata dia.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian meningkatkan pengawasan di pintu masuk lalu lintas hewan dan produk yang mempunyai potensi risiko membawa penyakit.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita menjelaskan para petugas karantina meningkatkan pengawasannya sebagai bentuk waspada dan antisipasi terhadap temuan virus baru flu babi (swine flu) G4 EA H1N1 yang dipublikasi oleh ilmuwan China baru-baru ini.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto