Minibus Angkut Belasan Pelajar Masuk Jurang di Lampung, 1 Tewas, Belasan Luka

Heri Fulistiawan ยท Rabu, 01 Juli 2020 - 23:15 WIB
Minibus Angkut Belasan Pelajar Masuk Jurang di Lampung, 1 Tewas, Belasan Luka
Warga berusaha mengevakuasi truk tronton yang terjun ke jurang sedalam 20 meter di Hutan Gundih Grobogan, Sabtu (4/1/2020) dini hari. (Foto: iNews/Rustaman Nusantara)

LAMPUNG SELATAN, iNews.id – Minibus nopol BE 2694 GG yang membawa 19 pelajar sekolah menengah atas (SMA) asal Metro dan Bandar Lampung mengalami kecelakaan terjun ke jurang sedalam puluhan meter di jalur arah Pantai Minang Rua, Desa Kelawi, Bakauheni, Lampung Selatan, Rabu (1/7/2020). Akibat kecelakaan itu, satu orang tewas dan belasan lainnya luka-luka.

Belum diketahui penyebab kecelakaan maut itu, namun dugaan sementara akibat rem tidak berfungsi saat melewati turunan tajam.

Korban selamat, M Arva mengatakan, bus tersebut mengangkut 17 pelajar, sopir dan seorang kondektur. Bus masuk wilayah Pantai Minang Rua sekitar pukul 16.30 WIB. “Saya tidak tahu persis kejadiannya karena sangat cepat,” katanya.

Diperoleh informasi, sebelum kejadian sang sopir sempat menolak untuk masuk ke pesisir pantai karena medan jalan curam dan menjadi pertimbangan bagi sopir untuk dapat melintas. Namun, beberapa pelajar memaksa untuk menurunkan bus hingga ke bibir pantai. Nahas, bus meluncur deras tak terkendali hingga akhirnya masuk jurang sedalam kurang lebih 10 meter tepat di sisi kiri jalan menuju Pantai Minang Rua.

Sementara itu, belasan korban luka dievakuasi ke Puskesmas Bakauheni. Mereka terdiri atas 17 pelajar SMA, sopir dan kondektur. Dari 17 korban luka, delapan di antaranya harus dirujuk ke Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda karena kondisinya luka berat.

“Satu korban di antaranya meninggal dunia. Sedangkan yang luka ringan dan dapat ditangani berjumlah tujuh orang. Tiga orang sedang di rawat di rumah warga Dusun Minang Rua,” kata Kepala UPT Puskesmas Bakauheni.

Kasus kecelakaan tunggal itu sudah ditangani Polres Lampung Selatan. Petugas juga sudah mengolah tempat kejadian. Dari hasil penyelidikan sementara, kecelakaan terjadi diduga rem minibus tidak berfungsi.

Hingga malam ini, bangkai bus masih berada dasar jurang dan direncanakan baru bisa dievakuasi Kamis (2/7/2020) pagi karena terkendala medan dan ketiadaan alat berat.


Editor : Kastolani Marzuki