Bentrok Warga 2 Dusun di Bungo Jambi, Rumah dan 17 Sepeda Motor Ludes Dibakar

Budi Utomo ยท Kamis, 14 Mei 2020 - 14:02:00 WIB
Bentrok Warga 2 Dusun di Bungo Jambi, Rumah dan 17 Sepeda Motor Ludes Dibakar
Tumpukan sepeda motor yang dibakar saat bentrokan warga Dusun Lubuk Landai, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, dan Dusun Candi, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Jambi, Rabu (13/5/20) malam. (Foto: iNews/Budi Utomo)

BUNGO, iNews.id - Bentrokan terjadi antarwarga Dusun Lubuk Landai, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, dan Dusun Candi, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Jambi, Rabu (13/5/20) malam. Dalam bentrokan ini, satu rumah dan 17 sepeda motor ludes dibakar.

Dari pantauan iNews, suasana mencekam masih terlihat di perbatasan dua dusun hingga Kamis (14/5/2020) dini hari. Bentrokan bisa diredam setelah petugas dari Polres Bungo dan dua camat melakukan mediasi awal kepada kedua belah pihak.

Sebelum bentrokan Rabu malam, sempat terjadi tiga kali bentrokan kecil antarpemuda kedua dusun ini. Namun, bentrokan besar bisa diantisipasi setelah perangkat dusun mendamaikan kedua pihak yang bertikai.

Puncaknya baru terjadi pada Rabu malam hingga Kamis dini hari. Bahkan, bentrokan terjadi selama dua kali. Pertama, sekitar pukul 23.45 WIB. Warga Lubuk Landai menyerang ke Dusun Candi, tepatnya di perbatasan antara kedua dusun. Dalam kejadian ini, sembilan sepeda motor warga Lubuk Landai dibakar warga Dusun Candi.

Setelah terjadi bentrokan awal tersebut, keadaan mulai sedikit tenang. Sekitar pukul 02.00 WIB, tiba-tiba bentrokan kembali terjadi. Satu rumah milik warga Dusun Candi dibakar warga Dusun Lubuk Landai.

Tak hanya itu, delapan motor warga Lubuk Landai kembali dibakar warga Dusun Candi. Beberapa warga pun mengalami luka-luka akibat benda tajam dan lemparan batu.

Saat terjadi bentrokan susulan, aparat kepolisian dari Polres Bungo yang dipimpin Kapolres Bungo AKBP Trisaksono Puspo Aji, Satpol PP, dan TNI tiba di lokasi kejadian. Kehadiran mereka dapat mereda kemarahan kedua belah pihak.

Kapolres dalam mediasi tersebut mengatakan, permasalahan kedua kelompok warga akan dibahas di tingkat kabupaten. Dia berharap tidak ada kejadian penyerangan lagi antarpemuda di kedua dusun.

"Diharapkan tidak ada lagi bentrokan, penyerangan antara warga kedua dusun," katanya.

Pascakonflik warga dan mediasi, beberapa polisi juga tampak masih berjaga-jaga di lokasi untuk mengantisipasi bentrokan susulan.

Editor : Maria Christina

Bagikan Artikel: