Banjir dan Jembatan Putus di Lebak, BPBD Ingatkan Longsor Susulan

Antara ยท Kamis, 14 Mei 2020 - 06:10 WIB
Banjir dan Jembatan Putus di Lebak, BPBD Ingatkan Longsor Susulan
Jembatan antarprovinsi di Lebak, Banten putus akibat tergerus longsor usai diguyur hujan deras. (Foto: Antara)

LEBAK, iNews.id - Banjir di Desa Sipayung dan Desa Bintang Resmi, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten yang menyebabkan puluhan rumah terendam air setinggi 50-75 meter juga membuat jembatan di Kecamatan Lebak Gedong putus. Warga di wilayah itu diminta waspada terjadi longsor susulan.

"Peringatan kewaspadaan ini untuk mengurangi risiko bencana agar tidak menimbulkan korban jiwa," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Kaprawi dihubungi Rabu (13/5/2020) malam.

Dia mengatakan, peringatan dini ini dikeluarkan karena masyarakat di daerah rawan banjir dan longsor kebanyakan tinggal di permukiman yang berada di sekitar aliran sungai Ciberang dan Cimanteung.

Selain itu, mereka yang tinggal di permukiman rawan bencana alam dan perbukitan di kaki Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) berjumlah ribuan kepala keluarga.

"Kami minta warga mengungsi ke tempat yang lebih aman jika curah hujan meningkat karena beberapa hari ke depan berpotensi hujan lebat," katanya.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Lebak telah menyiapkan peralatan untuk mengevakuasi warga jika sewaktu-waktu terjadi banjir dan longsor yakni perahu karet, pakaian pelampung, genset, gas, kendaraan operasional, dan alat berat.

Selain itu BPBD juga mendirikan tenda guna menampung persediaan logistik dan obat-obatan agar tidak menimbulkan kerawanan pangan dan serangan penyakit selama warga mengungsi.

"Kami mengoptimalkan posko utama di kantor BPBD, selama 24 jam selalu siaga dengan piket bergantian petugas kebencanaan dan relawan sebanyak 20 orang," katanya.

Menurutnya, berdasarkan informasi dari tokoh masyarakat Desa Paja, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak diterjang banjir bandang setelah salat isya akibat luapan Sungai Cisinu. Dalam bencana itu cukup banyak rumah warga roboh, namun tidak ada korban jiwa.


Editor : Reza Yunanto