Banjir di Konawe Utara, BNPB: Potensi Hujan Tinggi Masih Terjadi Hingga Agustus

Felldy Utama ยท Sabtu, 11 Juli 2020 - 18:13 WIB
Banjir di Konawe Utara, BNPB: Potensi Hujan Tinggi Masih Terjadi Hingga Agustus
Banjir setinggi dua meter memutus jalan lintas provinsi di Kabupaten Konawe Utara, Sultra. (Foto: iNews/Febriyono Tamenk)

KONAWE UTARA, iNews.id – Banjir setinggi satu meter merendam delapan desa di lima kecamatan di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra). Banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah itu sejak Kamis (9/7/2020).

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, melihat prakiraan hujan dasarian II – II Juli hingga I Agustus 2020, wilayah Konawe Utara masih berpotensi hujan tinggi.

“Melihat prakiraan ini, masyarakat diimbau untuk terus waspada dan siap siaga dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor dan banjir bandang,” katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/7/2020).

Menurut Raditya, hujan dengan intesitas tinggi dan berdurasi lama bisa menjadi salah satu indikator dalam menyikapi kesiapsiagaan masyarakat.

Dia menyebutkan, berdasarkan data yang dihimpun oleh Pusdalops BNPB per Sabtu (11/7), pukul 12.27 WITA, delapan desa di 5 kecamatan terdampak banjir tersebut. Wilayah desa terdampak yaitu Desa Labungga dan Laronangga di Kecamatan Andowia, Desa Puwanggudu dan Alawanggudu di Kecamatan Asera, Desa Polora Indah di Kecamatan Langgikima, Desa Tambakua di Kecamatan Landawe, serta Desa Pondoa dan Padalere Utama di Kecamatan Wiwirano.

Selain merendam permukiman di wilayah desa, banjir menyebabkan akses jalan antar desa putus.

“Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Konawe Utara telah tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi serta kaji cepat,” katanya.

Di samping itu, mereka melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penanganan banjir.

Melihat analisis dari InaRISK, wilayah Kabupaten Konawe Utara memiliki potensi bahaya kategori sedang hingga tinggi untuk banjir. Luas bahaya akibat banjir mencakup lebih dari 19.000 hektare di 10 kecamatan. Sedangkan dari sisi risiko, sekitar 12.829 jiwa terpapar potensi banjir di 10 kecamatan tersebut.

Hingga Sabtu sore, tercatat ada 2.615 jiwa yang sudah berada di pengungsian dari total 3.741 warga yang terdampak banjir.

Ribuan warga yang merupakan korban banjir itu mengungsi di tempat hunian sementara atau huntara yang berlokasi di Desa Puwanggudu, Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara.

Berdasarkan data BPBD, ada 2.615 jiwa yang terpaksa diungsikan karena rumah mereka masih digenangi banjir dengan ketinggian 70 cm hingga satu meter.

Sedangkan jumlah warga yang terdampak banjir tercatat ada 1.267 kepala keluarga yang terdiri atas 3.741 jiwa.


Editor : Kastolani Marzuki